Sekilas Info:
Panitia memastikan lokasi Yudisium Periode I Tahun Akademik 2026/2027 Fakultas Pertanian Untan sama seperti sebelumnya, yakni di Hotel Orchardz Pontianak, Senin 26 Oktober 2026 pagi   Semua Peserta Yudisium I Tahun Akademik 2026/2027 Fakultas Pertanian Untan wajib mengikuti gladiresik di Hotel Orchardz Pontianak, Jumat 23 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB   Cegah Karhutla di Kalbar, Ini Rekomendasi Faperta Untan...
Sekilas Info:
Panitia memastikan lokasi Yudisium Periode I Tahun Akademik 2026/2027 Fakultas Pertanian Untan sama seperti sebelumnya, yakni di Hotel Orchardz Pontianak, Senin 26 Oktober 2026 pagi   Semua Peserta Yudisium I Tahun Akademik 2026/2027 Fakultas Pertanian Untan wajib mengikuti gladiresik di Hotel Orchardz Pontianak, Jumat 23 Oktober 2026 pukul 14.00 WIB   Cegah Karhutla di Kalbar, Ini Rekomendasi Faperta Untan...

Cegah Karhutla di Kalbar, Ini Rekomendasi Faperta Untan…

Faperta UNTAN
FOTO BERSAMA. Dekan Faperta UNTAN Dr Novira Kusrini SP MSI (kedua dari kiri) dan Guru Besar Faperta UNTAN Prof Dr Gusti Z Anshari MES (kedua dari kanan) berfoto bersama Gubernur Kalbar Ria Norsan (tengah) serta narasumber lainnya dalam Rakor Strategi Pencegahan dan Mitigasi Karhutla Kalbar Tahun 2026, di Ruang Rapat Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 21 Oktober 2026.

 

PONTIANAK, RABU 21 OKTOBER 2026 – Untuk mencegah bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar), perlu tata kelola lintas sektor.

“Dengan mengintegrasikan kegiatan pembasahan kembali, revegetasi dan revitalisasi mata pencaharian dalam Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG),” kata Guru Besar Faperta UNTAN Prof Dr Gusti Z Anshari MES.

Faperta UNTAN
NARASUMBER. Guru Besar Faperta UNTAN Prof Dr Gusti Z Anshari MES saat menjadi narasumber dalam Rakor Strategi Pencegahan dan Mitigasi Karhutla Kalbar Tahun 2026, di Ruang Rapat Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 21 Oktober 2026.

Prof Gusti menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Strategi Pencegahan dan Mitigasi Karhutla Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalbar Tahun 2026, di Ruang Rapat Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 21 Oktober 2026.

Faperta UNTAN
PLAKAT. Guru Besar Faperta UNTAN Prof Dr Gusti Z Anshari MES (kanan) menerima plakat dari Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Dalam kesempatan tersebut, Prof Gusti mengungkapkan, Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG) Provinsi Kalbar telah ditetapkan pada 2025.

Supaya upaya ini berjalan optimal, perlu disusun dan didetapkan RPPEG untuk tingkat Kabupaten di Kalbar.

“Sehingga tersedia rujukan bagi Pemprov Kalbar untuk melaksanakan program perlindungan dan pengeloaan ekosistem gambut,” jelas Prof Gusti.

Di tempat yang sama, Dekan Faperta UNTAN Dr Novira Kusrini SP MSi menekankan pada pendekatan sosial ekonomi untuk mencegah Karhutla.

Faperta UNTAN
NARASUMBER. Dekan Faperta UNTAN Dr Norvira Kusrini SP MSi (kiri) saat menjadi narasumber dalam Rakor Strategi Pencegahan dan Mitigasi Karhutla Pemprov Kalbar Tahun 2026, di Ruang Rapat Ruai Telabang Kantor Gubernur Kalbar, Rabu 21 Oktober 2026.

Pendekatan ini di antaranya dengan memberdayakan dan melibatkan masyarakat dalam mencegah Karhutla serta memperkuat insentif.

“Melalui program Insentif Desa Bebas Api dan Reward Kelompok Tani,” jelas Dr Novira.

Menurutnya, melalui pendekatan sosial ekonomi ini diharapkan mampu mewujudkan pencegahan Karhutla yang terintegrasi, partisipatif dan berkelanjutan di Provinsi Kalbar.

Faperta UNTAN
PLAKAT. Dekan Faperta UNTAN Dr Novira Kusrini SP MSi (kanan) menerima plakat dari Gubernur Kalbar Ria Norsan.

Setelah melalui berbagai kajian dan tinjauan lapangan, Faperta UNTAN pun merekomendasikan kepada Pemprov Kalbar untuk menerapkan strategi pencegahan Karhutla secara terintegrasi melalui tata kelola gambut lintas sektor, pemberdayaan dan partisipasi masyarakat, serta penguatan insentif ekonomi.(*)