Matching Fund Patriot Pangan, Nizam: Karya Kampus Jangan Hanya Disimpan di Perpustakaan dan Masuk Pameran Setahun Sekali

Faperta Untan Pontianak
Dirjen Diktiristek Prof Nizam mencicipi karya mahasiswa Faperta Untan Pontianak di Matching Fund Expo, Senin 5 Desember 2022.

SELAMA ini, karya Perguruan Tinggi biasanya hanya disimpan di perpustakaan atau keluar satu tahun sekali saat pameran. Semestinya tidak demikian.

Menurut Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Dirjen Diktiristek), Prof Ir Nizam MSc DIC PhD IPU Asean Eng, karya Perguruan Tinggi tersebut mesti bermanfaat bagi masyarakat.

“Karya kampus jangan hanya disimpan di perpustakaan. Jadi itu yang menjadi spirit dari program Matching Fund ini,” kata Nizam, saat mininjau Matching Fund Expo di Gedung Konference Untan Pontianak, Senin 5 November 2022.

Nizam menjelaskan, program Matching Fund Patriot Pangan ini sebagai suatu bentuk kolaborasi antara PerguruanTinggi dengan dunia usaha/industri, Pemerintah Daerah (Pemda) dan masyarakat.

“Untuk bergotong-royong, bergandengan tangan dalam menghilirkan karya-karya dari Perguruan Tinggi. Kita dorong untuk bisa dimanfaatkan oleh masyarakat,” terang Nizam.

Faperta Untan Pontianak
Matching Fund Expo di Untan Pontianak

Pemanfaatan karya Perguruan Tinggi itu, lanjut Nizam, dengan cara mengajak mitra, yakni dunia usaha/industri dan pemerintah untuk berbagi pendanaan.

“Jadi ada industri yang akan mengembangkan hasil inovasi dari Untan misalnya, entah itu pemanfaatan dari serat nenas, lahan gambut untuk bisa lebih produktif dan lainnya,” papar Nizam.

Kalau dunia usaha/industri siap mendanai pemanfaatan karya Perguruan Tinggi itu sebesar Rp100 Juta, maka Pemerintah akan mendampingi dengan Rp100 Juta juga.

“Jadi dua kali lipat untuk Untan mengembangkan apa yang menjadi tujuan bersama,” kata Nizam.

Manfaat dari kolaborasi ini, lanjut dia, akan berlipat-lipat, di antaranya:

1. Dana Penelitian Pengembangan (Litbang) menjadi 2 kali lipat

2. Bisa langsung terdampak kepada masyarakat dan pemerintah. Tidak berhenti di kampus. Sehingga ekonomi ikut terbangun.

3. Mahasiswa yang dilibatkan nantinya mungkin bisa mengembangkan start-up berbasi hasil kolaborasi ini.

“Jadi kemanfaatnyannya itu berlipat-lipat, multiplier effect-nya itu berlipat-lipat. Tetapi harus ada sharing, harus ada komitmen dari mitra, Supaya serius, tidak main-main,” tutur Nizam.

Komitmen itu, tambah dia, tidak mesti dalam bentuk uang (incash). Tetapi bisa dalam bentuk barang, tenaga atau pemanfaatan fasilitas.(*)

Faperta Untan Pontianak