Alumnus Faperta Untan Pontianak Tidak akan Kehabisan Pekerjaan

Faperta Untan Pontianak
Yudisium Faperta Untan Pontianak di Hotel Orchard Pontianak, Selasa 24 Januari 2023.

 

BERDASARKAN data Badan Pusat Statistik (BPS), per Maret 2022 hanya 6,47 persen dari total penduduk Provinsi Kalimantan Barat (Kalbar) yang berkesempatan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi.

“Jadi lulusan Perguruan Tinggi itu ada sesuatu yang istimewa,” kata Prof Garuda Wiko, Rektor Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, saat Yudisium Faperta Untan Pontianak di Hotel Orchard Pontianak, Selasa 24 Januari 2023.

Sedikitnya yang berkesempatan melanjutkan studi ke Perguruan Tinggi itu, menurut Garuda Wiko, terjadi di tengah potensi pertanian yang luar biasa di Kalbar.

“Baik lahan pertanian Kalbar yang masih luas maupun keanekaragaman plasma dan sebagainya yang luar biasa,” kata Garuda Wiko.

Olehkarenanya, menurut Wiko, para mahasiswa Faperta Untan Pontianak yang nantinya menyandang gelar Sarjana Pertanian tidak akan pernah kehabisan pekerjaan.

Faperta Untan Pontianak
Calon Wisudawan Faperta Untan Pontianak

“Apalagi situasi saat ini berubah sangat cepat. Bukan hanya perkembangan teknologi, tetapi juga tantangan lainnya. Misalnya perubahan iklim, kualitas dan daya dukung lingkungan serta lainnya,” jelas Wiko.

Terkait berbagai tantangan tersebut, lanjut dia, para penyandang gelar Sarjana Pertanian tentunya akan menjadi ahli pertanian atau mungkin menjadi pelakunya, menjadi petani-petani hilir yang memiliki tantangan berbeda dengan sebelumnya.

“Kriris pasti ada, serangan hama jauh lebih beragam, sehingga membutuhkan intervensi teknologi. Kalau dulu hanya tahu, sekarang harus smart menghadapi atau mengatasi kompleksitas yang sedemikian besar itu,” ujar Wiko.

Menurut Wiko, terdapat satu kunci untuk menghadapi berbagai tantangan di sektor pertanian di Kalbar yang sudah pasti akan ditemui para alumnus Faperta Untan Pontianak.

“Satu kata kuncinya, kolaborasi, kerjasama. Misalnya kerjasama dengan Sarjana Hukum untuk memastikan alas hak, zona-zona pertanian dan lainnya,” ungkap Wiko.

Di tempat yang sama, Dekan Fakultas Untan Pontainak, Prof Dr Ir Denah Suswati MP IPU memastikan akan terus meningkatkan kompetensi mahasiswanya.

“Baik soft skill maupun hard skill, agar lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Di antaranya dengan mengikuti kegiatan diluar Kampus melalui program MBKM (Merdeka Belajar Kampus Merdeka),” kata Denah.

Para mahasiswa yang mengikuti program MBKM, lanjut Denah, mengikuti praktik kerja di berbagai perusahaan, mengajar di berbagai SMK Pertanian, program membangun desa dan lainnya.

“Dalam program membangun desa, mahasiswa melaksanakan kegiatan di desa-desa untuk mendukung program ketahanan pangan, khususnya tanaman padi di Kalbar,” ungkap Denah.

Ia pun kembali mengingatkan bahwa peran Perguruan Tinggi dapat menjadi tulang punggung pertanian, memastikan ketersediaan, keterjangkauan, penggunaan kestabilan dan keberlanjutan pangan.

“Perguruan Tinggi juga diharapkan dapat mengingatkan petani-petani masa depan untuk mendukung pangan nasional. Bukan hanya penyedia, tapi juga pelaku yang menunjukkan bahwa pertanian merupakan masa depan kita semua,” pungkas Denah.(*)