
DEKAN Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Prof Dr Ir Hj Denah Suswati MP IPU diundang menjadi narasumber dalam Dialog Jaga Pangan di Hotel Golden Tulip Pontianak, Kamis 24 Agustus 2023.
Dialog Jaga Pangan yang digelar Persatuan Indonesia Maju (PIM) tersebut juga menghadirkan Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI), Dr Jan S Maringka SH MH CGCAE sebagai Pembicara Utama.
Setelah mendapat kesempatan pertama dari Ketua DPD PIM Kalbar Hj Hairiah SH MH yang menjadi moderator, untuk menyampaikan materi Dialog Jaga Pangan tersebut, Denah Suswati pun membeberkan berbagai persoalan yang dihadapi sektor pertanian di Indonesia.
Tidak tanggung-tanggung, setidaknya 10 permasalahan utama sektor pertanian yang disampaikan Denah Suswati dalam Dialog Jaga Pangan tersebut.
Bahkan Denah Suswati yang juga menjabat sebagai Ketua Komisariat Daerah (Komda) Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) Kalbar, tanpa ragu menyenggol kebijakan impor yang juga menjadi permasalahan di sektor pertanian Indonesia.
“Kebijakan pemerintah kurang berpihak kepada petanian,” ungkap Denah Suswati yang duduk bersebelahan dengan Irjen Kementan RI dalam Dialog Jaga Pangan tersebut.
Koordinator Bidang Perkebunan dan Pangan, Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) ini pun menjelaskan, kurang berpihaknya pemerintah terhadap pertanian itu dapat dilihat dari kebijakan impor berbagai produk pertanian.
Seperti diketahui, sudah sejak lama kebijakan impor produk pertanian yang diambil pemerintah menjadi masalah bagi para petani di dalam negeri.
Fakta ini tentu tidak bisa dimungkiri. Sehingga ke depan diharapkan pemerintah lebih berpihak lagi terhadap sektor pertanian ketika mengambil suatu kebijakan.
Adapun 10 permasalahan sektor pertanian yang disampaikan Denah Suswati dalam Dialog Jaga Pangan itu terdiri atas:
1. Sempitnya luas lahan pertanian
2. Pendidikan petani relatif rendah
3. Rendahnya produktivitas pertanian/usahatani
4. Derasnya konversi lahan pertanian ke penggunaan lain
5. Ketimpangan harga-harga input-output pertanian
6. Infrastruktur pertanian terabaikan
7. Lemahnya integrasi vertikal dalam sistem komoditas
8. Organisasi tani kurang berfungsi
9. Investasi di bidang pertanian rendah
10. Kebijakan pemerintah kurang berpihak kepada petanian (impor berbagai produk pertanian)

Dalam kesempatan tersebut, Denah Suswati juga mengungkapkan fenomena tenaga kerja pertanian saat ini, di antaranya:
1. Petani saat ini banyak yang sudah berusia lanjut (tua dan uzur), 61 persen berusia di atas 45 tahun.
2. Kurangnya minat generasi muda untuk bertani yang dianggapnya kerja kotor, berlepotan tanah dan lumpur, penuh kerja fisik, kurang bergengsi, kurang menjanjikan masa depan.
Menurut Denah Suswati, fenomena-fenomena tersebut menyebabkan 10 tahun terakhir terjadi penurunan rumah tangga usaha pertanian dan penyerapan tenaga kerja di sektor pertanian.
“Jika fenomena ini berkelanjutan, dikhawatirkan akan mengamcam keberlangsungan sektor pertanian,” ingat Denah Suswati.(*)
