MoU Faperta Untan Pontianak dengan Perusahaan Jepang, Denah Suswati: Magang di Nagano

Faperta Untan Pontianak
Penandatangan MoU Pemagangan antara Faperta Untan Pontianak dengan perusahaan asal Jepang, d Rektorat Untan Pontianak, Selasa 22 November 2022.

 

FAKULTAS Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak dan Rise Neo Cooperative, perusahaan asal Jepang menandatangni Nota Kesepahaman (MoU) tentang pemagangan.

“Hari ini kita menandatangani MoU dengan perwakilan perusahaan asal Jepang di Kalbar, terkait pemagangan,” kata Prof Dr Ir Denah Suswati MP IPU, Dekan Faperta Untan Pontianak, ditemui usai Penandatangan MoU di Rektorat Untan Pontianak, Selasa 22 November 2022.

Denah Suswati menjelaskan, kerjasama Faperta Untan Pontianak dengan perusahaan asal Jepang ini merupakan implementasi dari program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

“Sebenarnya Faperta sudah melaksanakan kerjasama ini sejak 5 tahun lalu. Ini adalah perpanjangannya,” kata Denah.

Faperta Untan Pontianak, ungkap Denah, hingga kini sudah mengirim ratusan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk magang di Jepang tersebut. Baik mahasiswa tingkat akhir maupun alumni.

“Selama ini mereka magang di Nagano, lahan tertanam sayur di Jepang,” kata Denah.

Faperta Untan Pontianak

Menurut Denah, selama magang di Jepang tersebut, banyak yang bisa mereka pelajari. Diantaranya tentang budidaya, manajemen pemasaran. “Terutama belajar disiplin kerja,” ujarnya.

Melalui program magang ini, kata Denah, mahasiswa bisa memiliki wawasan yang sangat bermanfaat untuk bidang yang ditekuni.

“Ini merupakan pengalaman yang sangat berarti untuk mengembangkan pertanian. Baik bagi dirinya sendiri maupun masyarakat dan negara,” harap Denah.

Di tempat yang sama, Rektor Untan Pontianak, Prof Garuda Wiko mengatakan, sangat menyambut baik kerjasama dengan Jepang ini.

“Tentunya banyak sekali. Apalagi pemagangan di Jepang ini bisa dikaitkan dengan program atau kebijakan MBKM,” kata Wiko.

Pemagangan ini, menurut Wujo, selain menambah pengetahuan mahasiswa juga mentransfer teknologi di bidang pertanian. Mereka juga mendapat pengakuan dalam bentuk SKS.

“Ini sesuatu yang sangat baik. Terutama pangalaman ya. Itu sangat berharga bagi mahasiswa-mahasiswa kita yang ke sana,” pungkas Wiko.(*)