Pendampingan Petani Desa Rasau Jaya II, Dosen Faperta Untan Pontianak Temukan Masalah Ini

Faperta Untan Pontianak
Dosen-dosen Faperta Untan Pontianak melakukan pendampingan kepada petani di Desa Rasau Jaya II, Kabupaten Kubu Raya.

 

TATKALA memberikan pendampingan kepada para petani di Desa Rasau Jaya II Kabupaten Kubu Raya, dosen-dosen Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak menemukan beberapa permasalahan.

Menurut Dosen Program Studi Agroteknologi Faperta Untan Pontianak, Ir Nuriadi MSc, dari pengamatan di lahan pertanian di Desa Rasau Jaya II pada Selasa 22 November 2022 kemarin, terlihat kondisi tanaman padinya cukup variatif.

“Ada yang tumbuhnya bagus. Tetapi ada juga yang kurang bagus,” kata Nurjani, ditemui usai melakukan pendampingan kepada petani di Desa Rasau Jaya II.

Nurjani menjelaskan, tanaman padi yang tumbuh kurang bagus itu lantaran terserang pirit, salah satu mineral besi yang naik ke permukaan.

“Selain itu, tanaman padi itu tumbuh kurang bagus karena diserang hama, terutama orong-orong (Gryllotalpa hirsuta). Kemudian sundep, hama penggerek batang,” ungkap Nurjani.

Menurut Nurjani, permasalahn ini diperparah dengan tidak adanya drainase yang bagu di lahan-lahan pertanian di Desa Rasau Jaya II tersebut.

“Sehingga pada saat tidak ada hujan, lahannya akan kering. Sementara saat hujan, lahan pertaniannya akan banjir. Kondisi ini akan mempermudah pirit untuk naik,” kata Nurjani.

Ia menjelaskan, saat tidak hujan, pirit akan masuk karena terjadi oksidasi, di mana oksigen masuk. Sementara ketika hujan, pirit akan naik ke permukaan.

“Jadi ion-ion Fe (zat besi) yang sudah terurai itu, akan ikut air naik dan ini yang akan meracuni tanaman,” jelas Nurjani.

Sementara hama orong-orong, lanjut Nurjani, senangnya kalau lahan itu kering atau tidak ada hujan. “Pada saat kering, orong-orong itu merajalela, kalau banjir justru orong-orong tidak ada,” katanya.

Terkait permasalahan yang ditemukan di lahan pertanian Desa Rasau Jaya II ini, Nurjani menyarankan para petani di sana untuk menggunakan kapur untuk menghilangkan pirit.

Sementara untuk mengatasi orong-orong dan hama lainnya, menurut Nurjani, terpaksa harus
menggunakan insektesida,

Sementara untuk jangka panjang, lanjut dia, mau tidak mau harus membuat saluran air atau drainase yang baik di lahan-lahan pertanian di Desa Rasau Jaya II.

“Karena tanaman padi sangat bergantung dengan air. Dan air ini ada saatnya diperlukan dan tidak, sehingga perlu drainase yang baik,” jelas Nurjani.(*)