Faperta Untan Pontianak Akreditasi 19 Laboratorium, Denah: Mulai Tahun Depan

Faperta Untan Pontianak
Dosen dan Kepala Laboratorium Faperta Untan Pontianak

 

FAKULTAS Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak mulai menyiapkan diri untuk mengakreditasi 19 laboratoriumnya berbasis ISO 17025.

“Mulai tahun depan,” kata Prof Dr Ir Denah Suswati MP IPU, Dekan Faperta Untan Pontianak, ditemui usai Sosialisasi Persiapan Akreditasi Laboratorium Berbasis ISO 17025, di Hotel Orchardz Pontianak, Rabu 21 Desember 2022.

Denah Suswati mengungkapkan, Faperta Untan Pontianak hingga kini memiliki 19 laboratorium yang belum terakreditasi.

“Karena selama ini kita beranggapan bahwa akreditasi itu hanya untuk pendidikan, tempat praktikum mahasiswa,” terang Denah.

Tetapi seiring berjalannya waktu dan banyaknya permintaan dari masyarakat untuk memanfaatkan laboratorium tersebut, maka akreditasi menjadi sesuatu sangat penting.

Misalnya, kata Denah, perusahaan perkebunan sawit di Kalabar yang memerlukan analisa tanah dan kualitas tanaman.

“Supaya hasil analisanya diakui, mereka (perusahaan perkebunan sawit-red) harus melakukannya di laboratorium terakreditasi,” jelas Denah.

Untuk memenuhi kebutuhan para perusahaan perkebunan sawit tersebut, Faperta Untan Pontianak perlu mengakreditasi laboratorium yang selama ini berjalan.

“Supaya mereka (perusahaan perkebunan sawit-) itu bisa menganalisa di tempat kita. Ini tentunya menjadi salah satu potensi pemasukan bagi Faperta Untan Pontianak,” tutur Denah.

Selama ini, ungkap Denah, pemasukan kampus sebagian besar (mencapai 90 persen) hanya mengandalkan biaya kuliah mahasiswa untuk biaya operasional di Faperta Untan Pontianak.

“Ke depan kita akan menambah biaya operasional, tentunya juga penambahan sumber-sumber pemasukan lain. Salah satunya dari laboratorium ini. Prospeknya bagus,” kata Denah.

“Di Kalbar ini terdapat ribuan hektar perkebunan sawit, tentunya ini suatu potensi yang luar biasa untuk pemanfaatan laboratorium,” sambung dia.

Selama ini, perusahaan-perusahaan perkebunan sawit di Kalbar melakukan analisa kualitas tanah ke Jawa, bahkan sampai ke Medan.

“Sebenarnya kita mempunyai laboratorium yang mereka butuhkan untuk analisa tersebut, tetapi karena belum terakreditasi, tidak bisa mereka gunakan, karena mereka harus mengalanisa di laboratorium terakreditasi,” papar Denah.

Untuk mengakreditasi laboratorium tersebut, lanjut dia, Faperta Untan Pontianak memulainya dengan melakukan sosialisasi terlebih dahulu, melibatkan setiap kepala laboratorium.

“Kita memang tidak bisa mengakreditasi itu semua secara bersamaan, karena persoalan biaya. Prosesnya harus dilakukan badan berkompeten di Jawa. Itu memerlukan biaya yang tidak sedikit,” terang Denah.

Proses akreditasi laboratorum Faperta Untan Pontianak ini, ungkap Denah, dimulai pada 2023 untuk dua laboratorium, yakni laboratorium kualitas dan kesuburan tanah.

“Terus bertahap kita lakukan sampai semuanya, 19 laboratorium Faperta Untan Pontianak itu terakreditasi,” pungkas Denah (*)

Faperta Untan Pontianak