180 Calon Wisudawan Ikut Yudisium Periode III, Dekan Faperta Untan: Ini Bukan Akhir

Faperta Untan Pontianak
SAMBUTAN. Dekan Faperta Untan, Prof Dr Ir Hj Denah Suswati MP IPU memberikan kata sambutan saat Rapat Terbuka Senat Yudisium Periode III TA 2024/2025 Faperta Untan, di Hotel Orchardz Pontianak, Rabu 21 Mei 2025.

PONTIANAK, RABU 21 MEI 2025 – Tercatat 180 Calon Wisudawan mengikuti Yudisium Periode III Tahun Akademik (TA) 2024/2025 Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Faperta Untan).

“Kami bangga dengan perjuangan dan dedikasi kalian dalam menempuh pendidikan,” kata Prof Dr Ir Hj Denah Suswati MP IPU, Dekan Faperta Untan kepada peserta Yudisium.

Prof Denah mengungkapkan rasa bangganya itu saat memberikan sambutan dalam Rapat Terbuka Senat Yudisium Periode III TA 2024/2025 Faperta Untan, di Hotel Orchardz Pontianak, Rabu 21 Mei 2025 siang.

Ia juga mengaku bangga melihat semangat 180 Calon Wisudawan Faperta Untan yang terus berkembang di tengah dunia pertanian yang berkembang pesat.

Seperti diketahui, 180 Calon Wisudawan Faperta Untan tersebut terdiri atas 165 lulusan Program Sarjana dan 15 lulusan Program Magister.

Faperta Untan Pontianak
PLAKAT. Dekan Faperta Untan, Prof Dr Ir Hj Denah Suswati MP IPU menyerahkan plakat kepada Calon Wisudawan peserta Rapat Terbuka Senat Yudisium Periode III TA 2024/2025, di Hotel Orchardz Pontianak, Rabu 21 Mei 2025.

“Kami juga mengapresiasi Calon Wisudawan yang meraih IPK Tertinggi, Lulusan Tercepat dan Lulusan dengan Pujian di Fakultas Pertanian,” ucap Prof Denah.

Mewakili seluruh Civitas Akademika Faperta Untan, Prof Denah mengatakan, dengan rasa syukur dan bahagia mengucapkan selamat atas pencapaian-pencapaian para peserta Yudisium tersebut.

Namun, Prof Denah tetap mengingatkan para Calon Wisudawan Faperta Untan untuk tidak terlalu bereuforia atas keberhasilan dalam menyelesaikan studinya di Perguruan Tinggi.

“Ini bukan akhir. Tetapi awal perjalanan panjang di dunia profesional,” ingat Prof Denah.

Ketika memasuki dunia profesional, tambah dia, lulusan Faperta Untan tersebut diharapkan dapat terus menjaga nama baik almamater.

“Teruslah menjadi pribadi yang bermanfaat bagi masyarakat, bangsa dan negara,” harap Prof Denah.

Setelah lulus dari Faperta Untan, kata Prof Denah, Insya Allah kesempatan lebih terbuka untuk mengamalkan ilmu di dunia kerja dan masyarakat.

“Apalagi sekarang swasembada pangan itu menjadi salah satu kebijakan pemerintah untuk memastikan ketahanan nasional,” kata Prof Denah.

Melalui program tersebut, tentunya pemerintah ingin meningkatkan produksi dalam negeri. Supaya tidak tergantung pada impor. Hal ini tentunya menjadi peluang besar bagi lulusan Faperta Untan.(*)