Benih Penyumbang 50 Persen Peningkatan Produksi, Dwi Zulfita: Tone Hon Soku

Faperta Untan Pontianak
Dosen Agroteknologi, Ir Dwi Zulfita MSc saat memberikan Pelatihan Penggunaan Padi Bermutu kepada para petani Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, di Aula Faperta Untan Pontianak, Senin 31 Oktober 2022.

 

AGAR produktivitas pertanian sesuai harapan, sangat penting untuk kualitas benih. Ini merupakan input dasar dalam kegiatan produksi tanaman.

Benih 30 – 50 persen dalam peningkatan produksi. Jika tidak bermutu, maka akan menurunkan produksi hingga 10 persen.

Mengingat pentingnya benih yang bermutu ini, masyarakat Jepang menganggapnya sebagai setengah dari kesuksesan.

“Petani-petani Jepang menciptakan pribahasa Tone Hon Soku yang artinya Benih adalah setengah setengah,” kata Ir Dwi Zulfita MSc, Dosen Program Studi Agtronologi, Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanungpura (Untan) Pontianak.

Dwi menyampaikan hal tersebut ketika menjadi narasumber Pelatihan Matching Fund Patriot Pangan, di Aula Faperta Untan Pontianak, Senin 31 Oktober 2022.

Pelatihan Matching Fund Patriot Pangan tersebut diikuti para petani dari 4 desa di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Provinsi Kubu Raya.

Dalam kesempatan tersebut. Seperti yang diungkapkan, menurut data 2021 petani Indonesia memakai sekitar 13 persen benih bermutu tinggi.

“Sisanya dipenuhi dengan berbagai macam cara, misalnya dengan mengulang benih,” ungkap Dwi.

Faperta Untan Pontianak
Para Peserta Pelatihan Penggunaan Padi Bermutu, di Aula Faperta Untan Pontainak, Senin 31 Oktober 2022.

 

Untuk benih bermutu tersebut, lanjut Dwi, 90 persennya masih dipenuhi dengan impor. Sehingga Indonesia menjadi pasar benih yang potensial.

“Selisih harga yang cukup besar membuat kebanyakan petani Indonesia tidak dapat memperoleh benih bermutu yang kebanyakan masih diimpor,” jelas Dwi.

Sebagai perbandingan, pada saat benih tomat lokal hanya berharga Rp2.000 sampai Rp3.000 per 10 gram, harga benih tomat impor dapat mencapai Rp75.000 untuk berat yang sama.

“Benih merupakan faktor kunci dalam budidaya tanaman dan tidak dapat diganti dengan yang lain. Juga memengaruhi tingkat produktivitas, mutu hasil dan nilai ekonomi produk,” jelas Dwi.

Selain itu, tambah dia, benih juga sangat berperan penting dalam efisiensi usahatani.

“Pengetahuan tentang berbagai aspek mutu benih sangat berperan dalam perkembangan pertanian di masa lalu dan akan terus memainkan peran utama dalam peningkatan produksi tanaman di masa mendatang,” pungkas Dwi.(*)