Teaching Farm Broiler Closed House Untan Pontianak, Denah Suswati: Pintu bagi Mahasiswa

Faperta Untan Pontianak
Dekan Faperta Untan Pontianak, Prof Dr Ir Hj Denah Suswati MP IPU saat meninjau Teaching Farm Broiler Closed House usai peresmian, Kamis 31 Agustus 2023.

 

TEACHINGFarm Broiler Closed House, kandang ayam berkonsep modern di Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak baru saja diresmikan.

Kandang ayam yang juga berfungsi sebagai laboratorium bagi mahasiswa Program Studi (Prodi) Peternakan, Fakultas Pertanian (Faperta) Untan Pontianak ini merupakan hasil kerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk.

Menurut Dekan Faperta Pontianak, Prof Dr Ir Hj Denah Suswati, kandang closed house ini merupakan satu di antara contoh nyata bagaimana dunia industri dan perdidikan dapat saling melengkapi.

“Dengan mengintegrasikan konsep ini ke dalam kurikulum, kita membuka pintu bagi mahasiswa untuk mendapatkan pemahaman yang lebih mendalam tentang teknologi dan praktik terkini dalam pertanian,” kata Denah Suswati.

Faperta Untan Pontianak
Peresmian Teaching Farm Broiler Closed House Untan Pontianak, Kamis 31 Agustus 2023

Ia menyampaikan hal tersebut saat Peresmian Teaching Farm Broiler Closed House Untan Pontianak oleh Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kamis 31 Agustus 2023.

Peresmian Teaching Farm Broiler Closed tersebut juga dihadiri Rektor Untan Pontianak Prof Dr Garuda Wiko SH MSi dan Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Dr (HC) Tjiu Thomas Effendy SE MBA.

Dalam kesempatan tersebut, Denah Suswati menjelaskan, kandang closed house menawarkan pelajaran berharga tentang efisiensi operasional, kesejahteraan hewan ternak serta dampak lingkungan yang lebih rendah.

“Mahasiswa akan memiliki kesempatan untuk belajar langsung tentang sistem manajemen modern, teknologi canggih dan praktik berkelanjutan yang semakin dihargai di masyarakat,” jelas Denah.

Lebih dari itu, lanjut Denah, kandang ayam dengan konsep termodern ini menjadi peluang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dengan praktik.

“Membantu mereka untuk menjadi lebih siap menghadapi tantangan di dunia nyata,” kata Denah.

Pembelajaran melalui kandang closed house ini, menurut Denah, bukan hanya aspek teknis. Tetapi juga melibatkan pemahaman tentang etika dan tanggungjawab dalam pertanian.

“Mahasiswa akan dihadapkan pada pertanyaan -pertanyaan penting mengenai keseimbangan antara ekonomi, lingkungan dan kesejahteraan hewan,” papar Denah.

Ini, tambah dia, merupakan pembelajaran berharga yang akan membentuk pandangan mahasiswa sebagai pemimpin masa depan di bidang pertanian.

Kandang closed house, kata Denah, menjadi jendela menuju dunia pertanian yang semakin kompleks dan inovatif.

“Saya mengajak semua pihak untuk bersama-sama mendukung inisiatif ini, memberikan mahasiswa kesempatan untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan yang akan membawa dampak positif di masyarakat,” tutur Denah.

Di tempat yang sama, Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan, Teaching Farm Broiler Closed Untan Pontianak bisa menjadi tempat berinovasi dan inspirasi bagi mahasiswa.

“Begitu selesai (kuliah), mereka mau berusaha seperti ini, karena kandang modern seperti ini sangat menguntungkan,” kata Sutarmidji.

Dinilai lebih menguntungkan, karena dengan kandang ayam dengan konsep modern seperti ini, tingkat kematian ternak saja hanya 3 persen.

“Memang kalau mau dikelola model seperti ini modalnya besar. Tetapi di awal saja, berikutnya tidak. Credit point-nya, saya rasa bisa cepat,” ucap Sutarmidji.

Menurut Sutarmidji, kalau kehadiran Teaching Farm Broiler Closed Untan Pontianak menjadi inspirasi anak muda dan kemudian mereka mau menjadi peternak, maka ayam ras tidak akan menjadi penyumbang inflasi.

“Dari 8 bulan yang sudah kita lalui (tahun ini, red), selama 6 bulan ayam ras selalu menjadi penyumbang inflasi. Bahkan di banyak pun, seperti Singkawang dan Bengkayang itu inflasi,” ungkap Sutarmidji.(*)