Agroeduwisata Faperta Untan Pontianak, Denah Suswati: Jadi Laboratorium Lapangan

Denah Suswati
Dekan Faperta Untan Pontianak, Prof Dr Ir Denah Suswati MP IPU

 

FAKULTAS Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak membangun Agroedukasi di areal seluas 3 hektare.

Menurut Dekan Faperta Untan Pontianak Prof Dr Ir Denah Suswati MP IPU, Agroedukasi ini merupakan laboratorium lapangan.

“Untuk praktikum atau tempat penelitian berbagai jenis tanaman,” kata Denah Suswati, Rabu 28 September 2022.

Denah Suswati berharap, Agroeduwisata Faperta Untan Pontianak ini menjadi percontohan sistem pertanian terpadu yang mengintegrasikan jenis-jenis tanaman.

“Seperti biofarmaka, tanaman buah-buahan dan sayur mayur dalam satu siklus hulu hingga hilir secara berkelanjutan,” kata Denah.

Selain itu, Denah juga berharap Agroeduwisata Faperta Untan Pontianak ini menjadi pusat wisata perkotaan perkotaan.

“Menjadi pusat aktivitas masyarakat belajar berkebun, memperoleh tanaman yang bermutu, serta Ruang Terbuka Hijau (RTH) untuk wisata keluarga,” kata Denah.

Guna melengkapi Agroeduwisata ini, Faperta Untan Pontianak juga mendirikan Klinik Pertanian Tropis.

“Untuk melayani perusahaan dan masyarakat yang bermasalah dalam memanfaatkan lahan produksi, budidaya pangan, serta analisis kelayakan produksi,” jelas Denah.

Di tempat yang sama, Rektor Untan Pontianak, Prof Garuda Wiko mengatakan, Faperta mesti menjadi problem solver provider.

“Memberikan solusi bagi kemajuan pertanian di Provinsi Kalbar, terutama dalam aspek inovasi dan riset,” kata Garuda Wiko.

Menurutnya, Faperta Untan Pontianak bisa menjadi bagian dari sistem dukungan kebijakan dalam mendukung pertanian di Kalbar.

Garuda Wiko berharap, kebangkitan riset Faperta Untan Pontianak mampu menarik banyak pihak untuk ikut bersama-sama mengembangkan agribisnis.

“Bila itu tidak dilakukan, potensi luar biasa di Kalbar ini tidak akan bisa dioptimalkan,” tutur Garuda Wiko.

Sementara itu, Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono mengaku sangat mendukung pembangunan Agroeduwisata Faperta Untan Pontianak.

Menurut Edi, Agroeduwisata ini merupakan komitmen Faperta Untan Pontianak untuk berkolaborasi dengan Pemerintah Daerah dalam mengembangkan potensi pertanian.

“Misalnya berkaitan dengan ilmu tanah, buah-buahan dan sebagainya,” kata Edi.

Kuncinya, menurut Edi, bagaimana agar tanaman yang ditanam itu bisa optimal.

“Kalau yang ditanam buah-buahan, buahnya berkualitas baik, kalau yang ditanam pohon berbunga pasti berbunga banyak,” ucap Edi.

Ia berharap, Faperta Untan Pontianak dapat berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Pontianak untuk mengembangkan produk pertanian.

Kolaborasi tersebut bisa dilakukan dengan mengembangkan varietas-varietas unggulan.

Menurut Edi, Agroeduwisata ini merupakan bagian dari pengembangan ekonomi kreatif pada sektor pertanian.

Banyak manfaat yang diperoleh dari Agroeduwisata ini. Diantaranya memberikan nilai tambah untuk meningkatkan pendapatan pelaku agribisnis.

“Selain itu juga untuk mendorong optimalisasi dalam pemanfaatan dan pengelolaan aset-aset agribisnis,” pungkas Edi.(*)