
PONTIANAK, JUMAT 28 AGUSTUS 2026 –
Setiap mahasiswa yang menjadi peserta Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026-2027 hanya diberi waktu singkat untuk menyusun proposalnya.
“Dua bulan kesempatan kesempatan untuk menyusun proposal,” kata Dr Ir Verina J. Wargadalam MT, Tim Penilai Lomba Riset Tingkat Mahasiswa.

Ia menyampaikan hal tersebut saat menjadi Narasumber dalam Sosialiasi Lomba Riset Tingkat Mahasiswa Tahun 2026-2027, di Aula Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Faperta Untan), Jumat 28 Agustus 2026.

Menurut Verina, waktu singkat dalam menyusun proposal untuk lomba riset tersebut memunculkan kesan buru-buru.
Ia pun menjelaskan, waktu yang terbilang singkat itu dikarenakan terdapat beberapa prosedur pemeriksaan yang membutuhkan waktu cukup lama.
Di antaranya, sebelum sampai ke Tim Penilai, proposal yang akan diikutkan dalam lomba mesti diperiksa Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) selaku penyelenggara.
Di tempat yang sama, Analis Program Riset BPDP, Ira Usdiana Saputri menjelaskan program Lomba Riset ini untuk mendukung peningkatan penelitian perkebunan yang berkelanjutan.

Program ini terbuka bagi mahasiswa aktif jenjang Sarjana atau Diploma dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk mengaplikasikan ilmu yang telah diperoleh ke dalam penelitian yang lebih aplikatif.
Tujuannya, meningkatkan minat, kemampuan, kreativitas, dan inovasi mahasiswa untuk dapat menerapkan, mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi guna mewujudkan sawit berkelanjutan.
Sementara itu, Wakil Dekan Faperta Untan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr Rossie Wiedya Nusantara SP MSi berharap, kegiatan ini menghasilkan proposal-proposal riset yang unggul dari mahasiswa.
Ia mengungkapkan, selain mahasiswa dari 9 Fakultas di Untan, khususnya Fakultas Pertanian, lomba ini juga akan diikuti mahasiswa dari perguruan tinggi terdekat, seperti UMP, Polnep dan lainnya di Kalbar.(*)
