
PONTIANAK, SELASA 28 APRIL 2026 – Rapat Terbuka Senat Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura (Faperta Untan) dalam rangka Yudisium Periode III Tahun Akademik 2025/2026 diikuti 199 Calon Wisudawan.
“Terdiri atas Program Sarjana 184 Calon Wisudawan dan Program Magister 15 Calon Wisudawan,” ungkap Prof Dr Ir Hj Denah Suswati MP IPU, Dekan Faperta Untan saat Yudisium Periode III TA 2025/2026, di Hotel Orchardz Pontianak, Selasa 28 April 2026.
Prof Denah mengucapkan selamat kepada seluruh peserta Yudisium, terutama yang meraih IPK Tertinggi dan Lulusan Dengan Pujian.
Namun ia mengingatkan bahwa momen ini bukan akhir, melainkan awal dari perjalanan pengabdian kepada masyarakat di tengah tantangan yang semakin kompleks.

“Lulusan Faperta Untan diharapkan mampu menjadi motor penggerak transformasi pertanian modern,” ucap Prof Denah.
Bukan hanya dituntut untuk produktif, lanjut Prof Denah, tetapi juga harus berbasis teknologi, inovatif dan berorientasi pasar.
Menurut Prof Denah, peran lulusan Faperta Untan sangat dibutuhkan, baik di tingkat Nasional maupun Kalimantan Barat.
Saat ini, ungkap Prof Denah, Indonesia sedang memperkuat komitmen untuk mewujudkan swasembada pangan nasional.
Prof Denah menjelaskan, swasembada pangan untuk kedaulatan dan ketahanan pangan itu bukan hanya peningkatan produktivitas.
“Tetapi juga menyangkut efisiensi, keberlanjutan dan ketahanan sistem pertanian,” terang Prof Denah.
Hal ini, lanjut dia, tentu sangat penting untuk menghadapi tantangan perubahan iklim, degradasi lahan dan keterbatasan sumberdaya.
Dalam upaya tersebut, pemerintah terus mendorong peningkatan komoditas strategis, seperti padi, jagung dan kedelai melalui berbagai program.
“Seperti optimalisasi lahan, peningkatan indek pertanaman, penggunaan varietas unggul serta penerapan teknologi pertanian modern,” jelas Prof Denah.
Di sinilah peran penting lulusan Faperta Untan, lantaran berbagai upaya pemerintah tersebut membutuhkan pendekatan berbasis pengetahuan dan inovasi.
Khusus di Kalimantan Barat, tambah Prof Denah, tantangan dan peluang pengembangan pertanian juga sangat besar, terutama terkait luasnya lahan-lahan marjinal.(*)
View this post on Instagram
