
LEMBAGA Pelatihan Kerja (LPK) Borneo Raya Khatulistiwa bersama bos tiga perusahaan asal Jepang berkunjung ke Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Tanjungpura (Untan) Pontianak, Jumat 23 September 2022 sore.
Ketiga perusahaan asal Jepang yang bergerak di bidang konstruksi dan pertanian tersebut terdiri atas Rise Neo Cooperative, JIN Co.Ltd dan Akira Yoshioka Farma.
Kedatangan para perwakilan perusahaan asal Jepang tersebut diterima langsung Wakil Dekan II Faperta Untan Pontianak, Ir Ismahan Umran MSi beserta jajaran.
“Kedatangan mereka ini bertujuan menawarkan alat untuk pengawetan makanan, sayur, ikan dan lainnya,” kata Ismahan, ditemui usai dialog singkat dengan perwakilan perusahaan Jepang tersebut.
Menurut Ismahan, alat pengawetan yang ditawarkan perusahaan asal Jepang tersebut berbeda dengan alat-alat sejenisnya saat ini.
“Kebanyakan alat untuk pengawetan itu akan mengubah tekstur yang diawetkan dan cenderung rusak. Tetapi alat yang mereka tawarkan ini berbeda,” kata Ismahan.
Menurutnya, alat yang ditawarkan perusahana asal Jepang itu untuk mengawetkan tanpa mengubah tekstur barang yang diawetkan.
“Alat ini sangat baik, karena walaupun bahan itu dibekukan, teksturnya tidak berubah,” jelas Ismahan.

Perusahaan Jepang tersebut memberikan alat pengawetan tersebut ke Faperta Untan Pontianak secara cuma-cuma, tidak dikenakan biasa jasa dan semacamnya.
“Mereka berharap, baik dosen maupun mahasiswa Faperta Untan Pontianak melakukan penelitian untuk pengembangan alat pengawetan dari mareka tersebut,” ungkap Ismahan.
Faperta Untan Pontianak diharapkan memberikan sentuhan kreativitasnya untuk mengembangkan alat tersebut, sehingga bisa dikembangkan di Indonesia.***
