
PEMERINTAH sedang menggiatkan pendidikan vokasi, yakni setiap peserta didik harus mempunyai skill (kemampuan). Hal ini penting untuk menghadapi bonus demografi 2035.
“Hitungan Nasional, pada 2035 itu setiap 100 orang produktif masih menanggung 41 orang,” kata Gubernur Kalbar, Sutarmidji SH MHum usai Peletakan Batu Pertama Pembangunan Teaching Farm Closed House di Kawasan Science Techno Park Untan Pontianak, Kamis 23 Februari 2023.
Sutarmidji meletakkan batu pertama pembangunan Teaching Farm Closed House ini bersama Rektor Untan Prof Dr Garuda Wiko SH MSi, Dekan Fakultas Pertanian (Faperta) Untan Pontianak Prof Dr Ir Denah Suswati MP IPU dan Presiden Direktur PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk Dr (HC) Tjiu Thomas Effendy SE MBA.
Dalam kesempatan tersebut, Sutarmidji mengatakan, 100 orang produktif menanggung 41 orang pada 2035 itu belum ideal. Semestinya, 100 orang produktif menanggung 10-20 orang. Supaya tingkat kesejahteraan masyarakat semakin bagus dan generasi akan tumbuh terus dengan baik.
“Untuk mencapai itu, supaya tidak menjadi beban tanggungan, generasi muda sekarang harus dibekali dengan skill,” jelas Sutarmidji.
Salah satunya, lanjut Sutarmidji, seperti yang dilakukan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, membangun Teaching Farm Closed House untuk mahasiswa Untan Pontianak, khususnya Fakultas Pertanian (Faperta) Program Studi (Prodi) Peternakan.
Langkah PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, yang menghibahkan Teaching Farm Closed House untuk Untan Pontianak ini, tentunya supaya para mahasiswa Faperta memiliki sarana untuk memahami langsung bagaimana cara beternak.
Selain itu juga, untuk memahami tentang bagaimana meningkatkan produktivas, menghitung keuntungan dan sebagainya dengan memanfaatkan Teaching Farm Closed House yang mulai dibangun hari ini.
Di tempat yang sama, Rektor Untan Pontianak, Prof Dr Garuda Wiko SH MSi mengungkapkan, Teaching Farm Closed House ini merupakan tindaklanjut penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) antara Untan dengan PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk, Senin 12 April 2021 lalu.
Wiko menjelaskan, PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk merupakan perusahaan multinasional yang bergerak di banyak bidang, salah satunya peternakan, khususnya budidaya ayam broiler.
PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk ini menghibahkan Teaching Farm Closed House, yakni kandang ayam modern dengan sistem tertutup untuk Untan Pontianak.
“Teaching Farm Closed House ini akan dikelola Fakultas Pertanian Untan, untuk menunjang peningkatan proses belajar mengajar, praktikum, magang dan sebagai tempat penelitian bagi dosen dan mahasiswa Pertanian dan fakultas terkait lainnya,” kata Wiko.
Ia berharap, keberadaan Teaching Farm Closed House ini dapat melengkapi skill para mahasiswa, baik yang bersifat teknis mengenai pemeliharaan ayam broiler maupun aspek sosial dan bisnis.
Teaching Farm Closed House yang berukuran 120×12 meter dengan kapasitas 20 sampai 25 ribu ekor ayam, bisa dimanfaatkan dosen dan mahasiswa sebagai sarana dan prasarana belajar.
“Serta melakukan riset inovasi pengetahuan di bidang pemeliharaan dan pengelolaan unggas
sesuai dengan perkembangan teknologi ilmu pengetahuan budidaya ayam broiler yang semakin mutakhir,” pungkas Wiko.(*)
