Kegiatan lokakarya kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura telah dilaksanakan pada tanggal 22 Juli 2021 dengan mengambil tema “Implementasi Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka Pada Kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Untuk Menghasilkan Lulusan Yang Adaptif Di Era Industri 4.0”.
Kegiatan dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting. Peserta yang hadir mencapai 54 orang yang terdiri dari civitas akademika dan para stakeholder terkait baik dari Pemerintahan, Lembaga Swadaya Masyarakat, Perusahaan, serta Sekolah.
Kebijakan Merdeka Belajar – Kampus Merdeka yang diluncurkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan merupakan kerangka untuk menyiapkan mahasiswa menjadi sarjana yang tangguh, relevan dengan kebutuhan zaman, dan siap menjadi pemimpin dengan semangat kebangsaan yang tinggi.
Yeni Hurriyani, S.Pi, M.Si selaku ketua pelaksana kegiatan lokakarya ini menyampaikan bahwa “Tujuan pelaksanaan lokakarya kurikulum ini adalah untuk mendapatkan masukan (input) dari narasumber dan stakeholder yang tentunya sangat diperlukan guna menghasilkan kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura yang sesuai dengan tantangan era industri 4.0 melalui implementasi program merdeka belajar-kampus merdeka”.
“Melalui lokakarya kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan diharapkan dihasilkan rumusan kurikulum yang tidak hanya link and match dengan dunia industri dan dunia kerja tetapi juga dengan masa depan yang berubah dengan cepat sesuai dengan kebutuhan dunia kerja namun juga tanggap dengan perubahan masa depan”.
Selanjutnya, Ibu Dr. Eva Dolorosa, MP, M.Sc selaku Wakil Dekan 1 dalam sambutannya menyampaikan bahwa “pendidikan merupakan modal dasar untuk memajukan kehidupan bangsa dalam menghadapi era industri 4.0 atau era inovasi destruktif. Oleh karena itu, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura terus melalukan peningkatan mutu pendidikan baik melalui pembaharuan kurikulum, pembelajaran maupun pengembangan mahasiswa secara holistik sehingga dihasilkan lulusan yang humanis, profesional, dan mampu menjadi pemimpin yang unggul dan arif”.
Pada kegiatan lokakarya ini, dihadirkan narasumber yang sangat berkompeten yaitu Prof. Ir. H. La Sara, M.S., Ph.D yang merupakan Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Halu Oleo Kendari sekaligus sebagai Ketua Forum Pimpinan Perguruan Tinggi Perikanan dan Kelautan Indonesia (FP2TPKI).
Dalam paparannya narasumber menyampaikan bahwa “Mahasiswa saat ini dituntut memiliki kompetensi literacy, numeracy dan character. Oleh karena itu, perguruan tinggi perlu melakukan reorientasi pengembangan kurikulum yang mampu menjawab tantangan tersebut. Tujuan MBKM adalah mendorong proses pembelajaran di perguruan tinggi yang semakin otonom dan fleksibel, mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungannya, mampu membaca kondisi nasional, regional sampai global”.
Pada kesempatan tersebut, Prof. La Sara juga menyampaikan beberapa masukan terkait pengembangan kurikulum Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura antara lain:
“Penyusunan kurikulum haruslah terukur (measurable) dan dapat dicapai (achievable). Dimana penyusunan visi dan misi program studi dapat disesuaikan dengan kebutuhan Universitas dan juga adaptasi dari kebutuhan zaman yang ada sesuai kondisi”.
“Selanjutnya, pengembangan Capaian Pembelajaran Lulusan terkait kemampuan/skill kewirausahaan perlu dipertajam. Selain itu, masalah sikap dan akhlak perlu diperhatikan dalam pembentukan karakter mahasiswa”.
“Perlu kolaborasi untuk mendukung program MBKM melalui berbagai kerjasama baik dengan pemerintah maupun swasta yang diwujudkan melalui dokumen kerjasama baik MoU atau SPK”.
Selain dari narasumber, berbagai masukan juga diberikan oleh para stakeholder. Ibu Ir. Herti Herawati, MMA selaku kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan bahwa hasil penelitian mahasiswa dari kegiatan MBKM menunjang kebutuhan data dan informasi bagi dinas terkait perumusan kebijakan pengelolaan yang sesuai”.
Selanjutnya, Yayasan Planet Indonesia yang merupakan perwakilan dari pihak NGO menyampaikan “menyambut baik dengan adanya implementasi program merdeka belajar-kampus merdeka yang diadaptasi di kurikulum, dan sangat mendukung bentuk kegiatan pembelajaran di luar kampus seperti magang dan riset”.