Desa Kuala Mandor B merupakan Desa yang menjadikan sektor pertanian dan perkebunan sebagai andalan sumber mata pencaharian dan pendapatan utama masyarakat. Komoditi yang paling banyak diusahakan adalah perkebunan karet, namun saat ini harga karet berfluktuasi dan cenderung rendah hanya sekitar Rp 6.000 sampai Rp 8.000. Hasil penjualan karet yang diperoleh tentulah tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari.
Penerapan intercropping atau sistem tumpangsari merupakan solusi yang dapat diterapkan oleh masyarakat. Pola intercropping tersebut diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.
Dosen pembimbing program Aditya Nugraha, S.P., M.Sc mengatakan sebagai bentuk konkrit tim PHP2D dalam membantu meningkatkan perekonomian masyarakat Desa Kuala Mandor B adalah dengan intercropping
Sektor pertanian merupakan sektor perekonomian utama di Desa Kuala Mandor B, hal ini dibuktikan dari sebagian besar masyarakat yang menjadikan pertanian sebagai andalan sumber mata pencaharian dan pendapatan utama. Usahatani yang banyak diusahakan di Desa Kuala mandor B adalah tanaman padi dan karet. Hasil padi yang diusahakan oleh masyarakat tidak untuk dijual, melainkan untuk dikonsumsi. Petani bergantung dari hasil penjualan karet untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari. saat ini, harga karet berfluktuasi dan cenderung rendah hanya sekitar Rp 6.000 sampai Rp 8.000 sehingga hasil penjualan karet tidak mencukupi untuk kebutuhan sehari-hari . Keadaan ini mengharuskan petani melakukan pemanfaatan lahan secara optimal agar pendapatan petani dapat meningkat, yaitu dengan cara memanfaatkan sela antar pohon karet.
Memiliki kondisi tanah rata-rata adalah gambut menyebabkan kondisi tanah cukup asam, sehingga diperlukan teknologi tepat guna untuk mengatasi permasalahan ini. Salah satu inovasi yang dapat diterapkan adalah filter cangkang telur, yang dimana menurut fungsi cangkang telur dapat menaikan ph (kadar keasaman).
Desa Kuala Mandor B menjadi desa sasaran mahasiswa Program Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura dalam pelaksanaan Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D). Program yang didanai oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan itu melakukan inovasi Filter cangkang telur dan intercropping tanaman jagung pada lahan gambut.