Ilmu dan Teknologi Pangan

13 March 2016

PROFIL PROGRAM STUDI ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN

PENDAHULUAN

Program Studi Ilmu Dan Teknologi Pangan merupakan salah satu prodi baru di Fakultas pertanian UNTAN  yang menerapkan sains dan rekayasa untuk mengkaji kimia pangan, mikrobiologi pengolahan, rekayasa proses pangan dan gizi pangan. Bidang studi akan terus menggali potensi lokal dan mengikuti perkembangan trend pangan. Program Studi Ilmu Dan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura membuka pendidikan tingkat sarjana (S1) untuk menghasilkan lulusan yang mampu menghadapi tantangan tersebut. Kurikulum Ilmu dan Teknologi Pangan diperkaya dengan pengetahuan dan keterampilan untuk mengkaji pengembangan agroindustri berbasis lahan basah, lahan gambut tropis dan lahan kering, wilayah perbatasan yang berwawasan lingkungan serta mempuyai jiwa enterpreneurship.

Program Studi (S1) Ilmu dan Teknologi Pangan (PS ITP) Fakultas Pertanian UNTAN berawal dari bidang minat pada tahun ajaran 2009/2010 yaitu Bidang Minat Teknologi Hasil Pertanian pada Program Studi Agroteknologi Jurusan Budidaya Pertanian. Oleh karena perkembangan mahasiswa yang mengambil minat teknologi hasil pertanian semakin meningkat. Untuk itu, pada Tahun 2013 minat teknologi hasil pertanian diusulkan ke Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menjadi program studi yaitu Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan.

Berdasarkan “Surat Penugasan Penyelenggaraan Program Studi” Nomor 630/E.E2/DT/2013 dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan memberikan mandat kepada Universitas Tanjungpura Pontianak untuk menyelenggarakan Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (PS ITP) jenjang Sarjana (S1) dan juga Program Studi telah mendapatkan Izin Penyelenggaraan Program Studi Nomor 43/M/Kp/III/2015 keputusan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia. Program studi ini sudah berjalan selama 4 tahun dan sampai tahun 2016 sudah menerima mahasiswa sebanyak 4 angkatan sebanyak 152 orang yang terdiri dari angkatan 2013 dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 15 orang, angkatan 2014 dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 41 orang, angkatan 2015 dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 46 orang, dan angkatan 2016 dengan jumlah mahasiswa aktif sebanyak 50 orang.

VISI, MISI, TUJUAN DAN RUMUSAN SASARAN PENCAPAIAN PROGRAM STUDI

2.1 Visi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

Visi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan adalah Pada tahun 2020 menjadi pusat pendidikan, penelitian, dan informasi ilmiah pada  bidang Ilmu teknologi pangan sehingga dapat berperan nyata dalam Pembangunan Nasional terutama untuk menghasilkan lulusan yang unggul, profesional, terampil dan peka terhadap kelestarian lingkungan, sosial budaya serta berkemampuan mendesain pangan  berbasis kearifan lokal di daerah, nasional dan global.

2.2 Misi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

Misi Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan adalah

  1. Menyelenggarakan pendidikan tinggi bertaraf global melalui pengembangan sumber daya manusia yang mengintegrasikan antara ilmu pengetahuan dan teknologi dibidang pangan berbasis kearifan lokal
  2. Melaksanakan penelitian fundamental dan terapan,  PKM di bidang ipteks yang berdaya guna bagi masyarakat.
  3. Mengembangkan kegiatan kemahasiswaan yang mengarah pada peningkatan kreativitas, kompetensi dan profesionalitas yang mampu bersaing di tingkat nasional dan global
  4. Meningkatkan jaringan kerjasama nasional dan global dengan berbagai instansi pemerintah, swasta dan industri

2.3 Tujuan Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

Tujaun Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan adalah

  1. Menghasilkan   lulusan   sarjana Teknologi Pangan yang berdaya saing tinggi, profesional dan berjiwa enterpreneur dibidang Ilmu Teknologi Pangan yang berwawasan global.
  2. Menjadi  pusat penelitian dan PKM  di bidang kimia pangan, mikrobiologi pangan, rekayasa pangan, serta gizi pangan untuk menghasilkan desain pangan berbasis kearifan lokal
  3. Menghasilkan civitas akademika yang berkompetensi dan kreatif dalam  kegiatan yang bertaraf global.
  4. Mendayagunakan potensi kearifan lokal Kalimantan Barat untuk menginisiasi unit produksi pangan melalui kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan lembaga lainnya.

2.4. Rumusan Sasaran

Sasaran yang ingin dicapai

Sasaran Visi PS ITP mengacu pada visi Fakuktas Pertanian dan visi UNTAN, disusun berdasarkan hasil Evaluasi Diri dan Standar Mutu UNTAN yang tertuang dalam buku STANDAR AKADEMIK UNIVERSITAS TANJUNGPURA dengan kode dokumen. SA-UNTAN-SU-1-2. Dokumen ini dapat diakses di Lembaga Pengembangan Pembelajaran dan Penjamin Mutu UNTAN. Untuk menjamin ketercapaian PS ITP, dibuatlah pentahapan-pentahapan capaian pada tiap tahun yang akan terus diupayakan hingga tercapai standar yang dicanangkan. Sasaran yang ingin dan sudah dicapai PS ITP terbagi menjadi 3 tahap yaitu, Tahap I (2009-2012), Tahap II (2013-2016) dan Tahap III (2017-2020). Sasaran Tahap III sampai tahun 2020 adalah globalisasi yang ingin  dicapai PS ITP di tingkat Asia.

Tujuan dicapai melalui beberapa tahap sasaran-sasaran yang telah dan akan dicapai sampai tahun 2020 sebagai berikut:

SASARAN TAHAP I (2009-2012)

  • Pelayanan kepada mahasiswa yang lebih baik.
  • Peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan.
  • Persiapan dokumen bidang minat teknologi hasil pertanian untuk pembukaan prodi baru yaitu PS ITP
  • Pengajuan usulan pembukaan PS ITP
  • Mempertahankan indeks prestasi kelulusan di atas 3,05 untuk meningkatkan keterserapan dan daya saing alumni;
  • Peningkatan strata pendidikan dosen dan staf administrasi.
  • Pembangunan jejaring dengan instansi terkait di wilayah Kalimantan Barat.

Strategi pencapaian sasaran yang sudah dan akan dilakukan pada Tahap I

  • Pembayaran SPP,pengisian rencana dan pelaporan hasil studi mahasiswa secara on line. Sistem on line memudahkan mahasiswa untuk melakukan pembayaran SPP dari tempat yang berbeda dan pelaporan hasil studi maupun rencana studi terdokumentasi dengan baik sebagai dasar proses perkuliahan di semester berikutnya.
  • Perbaikan kelengkapan kurikulum berupa perbaikan metoda pembelajaran, penyusunan Satuan Acara Perkuliahan (SAP), penyusunan modul dan buku panduan praktikum.
  • Peningkatan sarana laboratorium di lingkungan fakultas. Perbaikan terutama pada sarana laboratorium baik equipmen maupun jaringan air/listrik. Perbaikan sarana dan manajerial perpustakaan. Perluasan gedung, pengadaan rak buku, sistem indeks buku, AC ruangan, serta ruang baca yang nyaman.
  • Program peningkatan kualitas dosen dengan peningkatan ke jenjang S3.
  • Mengusulkan pembukaan PS ITP

Sasaran yang sudah dicapai pada Tahap I:

  • Tersediannya kelengkapan kurikulum berupa SAP dan buku praktikum
  • Pada Tahun 2012satu orang dosen PS ITP melanjutkan pendidikan S3.
  • Penyelesaian draft usulan pembukaan PS ITP

SASARAN TAHAP II (2013-2016)

  • Rerata Indek prestasi kumulatif lulusan dipertahankan di atas 3,05 untuk meningkatkan keterserapan dan daya saing alumni
  • Percepatan masa studi dari 5 tahun 2 bulan menjadi 4 tahun 8 bulan
  • Peningkatan pelayanan dokumentasi untuk kenaikan pangkat dosen.
  • Peningkatan pemanfaatan web PS ITP dalam web Fakultas pertanian: (http://pertanian.untan.ac.id/program-studi/ilmu-dan-teknologi-pangan)
  • Proses belajar mengajar berbasis diinisiasi e-learning.
  • Aktualisasi PS ITP secara lebih aktif di tingkat nasional .
  • Peningkatanpengawasan aktivitas akademik mahasiswa
  • Pengusulan akreditasi PS ITP ke BAN-PT
  • Peningkatan jejaring dengan instansi terkait di wilayah Kalimantan Barat dan alumni untuk menjamin keberlanjutan kerja sama baik bidang akademik dan non akademik.
  • Menjalin kerjasama dengan alumni dalam rangka tracer study

Strategi pencapaian sasaran yang telah dilakukan adalah sebagai berikut :

  • Perbaikan Sistem Informasi Akademik (SIAKAD). Perbaikan SIAKAD membantu  proses perencanaan, monitoring, dan evaluasi PBM menjadi lebih efisien, efektif, transparan dan akuntabel.
  • Pemanfaatan kartu kendali mahasiswa secara optimal 
  • Pembekalan penyusunan kurikulum bagi tim kurikulum dilakukan melalui proyek 7 in 1 Universitas Tanjungpura.
  • Inisiasi pembelajaran berbasis e-learning
  • Peningkatan kualitas pembelajaran dan kualitas lulusan melalui lokakarya penguatan kurikulum untuk mengevaluasi kurikulum sehingga mencapai kelulusan mahasiswa maksimal 5 tahun.
  • Perbaikan kelengkapan kurikulum berupa perbaikan metoda pembelajaran, penyusunan rencana pembelajaran semester (RPS), penyusunan modul dan buku panduan praktikum.
  • Inisiasi  laboratorium  desain pangan dan kimia pangan.
  • Peningkatan koleksi pustaka di ruang baca PS ITP untuk mendukung proses pembelajaran lebih berkualitas.
  • Melibatkan mahasiswa menjadi anggota Perpustakaan Nasional Republik  Indonesia, sehingga dapat  mengakses jurnal internasional
  • Mengevaluasi kehadiran dosen dan tenaga kependidikan melalui absensi elektronik, untuk pertimbangan satuan kerja pegawai (SKP).
  • Peningkatan kualitas daya saing sumber daya mahasiswa PS ITP melalui kegiatan keagamaan, Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang diselenggarakan DRPM, Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI), kegiatan kesenian, dan lomba debat bahasa inggris ditingkat universitas dan nasional
  • Peningkatan kualitas daya saing penelitian dan PKM  dosen PS ITP melalui pembuatan Roadmap Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM), pelatihan penyusunan usulan proposal, peningkatan pengusulan proposal baik tingkat lokal, nasional maupun global.
  • Pembentukan research group dalam rangka mewujudkan roadmap penelitian dan PKM PS ITP
  • Peningkatan artikel ilmiah yang dipublikasikan pada jurnal ber-ISSN, jurnal terakreditasi dan jurnal internasional
  • Peningkatan publikasi hasil penelitian dan PKM melalui seminar nasional dan internasional
  • Peningkatan usulan HaKI
  • Pembekalan penyusunan borang akreditasi bagi tim Task Force dilakukan melalui proyek 7 in 1 Universitas Tanjungpura.
  • Penyusunan dokumen akreditasi  dan pengajuan akreditasi PS ITP  ke BAN-PT
  • Penyebaran informasi aktualisasi PS ITP melalui pembuatan web untuk PS ITP dan penambahan email PS ITP (dalam tahap pengembangan dan belum operasional)
  • Menjalin kerjasama antara PS dengan stakeholder, institusi terkait dan instansi lainnya dalam bidang akademik dan non akademik
  • Pemanfatan web tracer study UNTAN, email PS ITP  dan media sosial “WhatssApp THP Family” untuk menjalin kerjasama dengan alumni dalam rangka tracer study

Sasaran  yang sudah dicapai :

  • Tahun 2015 telah dilakukan kegiatan monitoring dan evaluasi kinerja dosen di bidang pendidikan pada saat ujian akhir semester. Kegiatan ini dilakukan secara periodik setiap tahun ajaran.
  • Tahun 2015, dosen PS ITP menerima penghargaan sebagai penyaji terbaik pada seminar hasil PKM mono tahun tanggal 14-15 Agustus di Tangerang, Banten.
  • Tahun   2015, dosen PS ITP menerima penghargaan sebagai presenter terbaik pada seminar nasional hasil penelitian tanggal 17 Mei 2016 di Universitas Tanjungpura.
  • Tahun 2015, dosen ITP menerima penghargaan sebagai Poster Terbaik pada seminar hasil penelitian DRPM di Bogor, 25 Juni 2015
  • Pada tahun 2016, dosen PS ITP  mendapatkan pendanaan hibah E-learning dari 7 in 1 untuk mata kuliah  Teknologi Pastry dan Bakery. Tujuan dari kegiatan ini adalah melakukan poses pembelajaran dengan multimedia dalam capaian kurikulum KPT.
  • Tahun 2016 dosen ITP mendapatkan penghargaan sebagai rekayasa terbaik dalam lomba perekayasaan tingkat Kalimantan Barat  yang diadakan oleh Kantor penelitian dan pengembangan
  • Tahun 2016, PS ITP mendapatkan pendanaan hibah kurikulum dari 7 in 1. Tujuan dari kegiatan ini adalah perbaikan manajemen akademik internal tahap awal khususnya bidang kurikulum yang merupakan upaya pemutakhiran kurikulum berbasis KPT sesuai tuntutan pengguna. Kegiatan  ini menghasilkan suatu perbaikan manajemen internal menuju tata kelola program studi yang efektif, efisien dan akuntabel. Hal ini juga berimbas langsung pada perbaikan proses belajar (PBM) dan perbaikan indikator kinerja PBM, seperti pemendekan masa studi, perbaikan IPK rata-rata lulusan, serta pemendekan masa tunggu lulusan.
  • Pemanfaatan fasilitas kearsipan dokumen pendukung SKP diprodi  untuk kenaikan pangkat 5 dosen PS ITP
  • Tahun 2016  telah dibuat web untuk PS ITP:ps-itp.untan.ac.id dan penambahan email PS ITP: itp@ps-itp.untan.ac.id (dalam tahap pengembangan dan belum operasional)
  • Terlaksananya kerjasama dengan alumni  dalam bidang akademik sebagai dosen tamu pada saat kuliah kewirausahaan.

SASARAN TAHAP III (2017-2020)

  • Peningkatan rerata Indek prestasi kumulatif lulusan dari 3,05 menjadi 3,15 untuk meningkatkan keterserapan dan daya saing alumni
  • Percepatan masa studi dari 4 tahun 9 bulan menjadi 4 tahun 5 bulan
  • Rerata indek prestasi semester meningkat dari 3,07 pada  tahun ajaran 2015/2016 menjadi 3,15
  • Percepatan masa tunggu lulusan dari 0 sampai dengan 3 bulan menjadi 0 sampai 2 bulan
  • Peningkatan proses belajar mengajar berbasis  e-learning .
  • Realisasi laboratorium desain pangan dan kimia pangan
  • Inisiasi laboratorium mikrobiologi pangan dan rekayasa pangan
  • Peningkatan koleksi pustaka di ruang baca PS ITP untuk mendukung proses pembelajaran lebih berkualitas.
  • Melibatkan mahasiswa menjadi anggota Perpustakaan Nasional Republik  Indonesia, sehingga dapat  mengakses jurnal internasional
  • Aktualisasi PS ITP secara lebih aktif di tingkat nasional dan global melalui kegiatan seminar, pameran pangan, publikasi ilmiah
  • Peningkatan kinerja PS ITP mengacu pada sistem penjaminan mutu UNTAN.
  • PS ITP terakreditasi BAN-PT minimal B
  • Mempersiapkan usulan PS ITP untuk akreditasi tingkat Asia.
  • Peningkatan rerata Indek prestasi kumulatif lulusan di atas 3,25 untuk meningkatkan keterserapan dan daya saing alumni
  • Pengiriman dosen-dosen untuk studi lanjut S3.
  • Ikut serta dalam program Student Exchange dan Staff Exchange.
  • Peningkatan  kerjasama dalam bidang penelitian dan PKM dengan lembaga  pemerintah, swasta dan lembaga lainnya baik tingkat nasional maupun global .
  • Peningkatan keterlibatan himpunan alumni dalam pengembangan dan perbaikan kualitas akademik dan non akademik PS.

Strategi pencapaian sasaran adalah sebagai berikut :

  • Mengusulkan proposal pendanaan hibah pengelolaan program studi kepada 7 in 1 untuk pelaksanaan tahun 2017. Tujuan dari kegiatan ini adalah perbaikan manajemen akademik internal tahap awal khususnya bidang tata kelola internal.
  • Tahun 2017 mengajukan pendanaan hibah tata kelola prodi dari LPDP. Tujuan dari kegiatan ini adalah perbaikan manajemen akademik khususnya bidang tata kelola internal dan eksternal.
  • Peningkatan usulan proposal penelitian dan PKM yang mengacu pada roadmap PS ITP baik tingkat nasional maupun internasional.
  • Meningkatkan output penelitian dosen untuk memperoleh HAKI, jurnal terakreditasi nasional dan internasional
  • Menyelenggarakan seminar ilmiah teknologi pangan secara nasional pada tahun 2018.
  • Tahun 2018 mengajukan pendanaan hibah kompetitif tata kelola prodi mandiri. Tujuan dari kegiatan ini adalah pengembangan manajemen prodi mandiri.
  • Mengikut sertakan dosen dan mahasiswa dalam pertemuan ilmiah (kuliah umum, seminar, pelatihan, dan magang)
  • Menyelenggarakan kegiatan non akademik dalam bentuk kompetisi olahan pangan lokal minimal 1 kali per tahun dengan melibatkan masyarakat desa binaan dan masyarakat Kalimantan Barat melalui kerjasama dengan lembaga pemerintah, swasta dan lembaga lainnya
  • Menyelenggarakan kerjasama riset dengan instansi luar negeri
  • Perbaikan tampilan dan kontent web PS ITP. Web sebagai wajah institusi ke dunia luas harus selalu di up date untuk memberi gambaran berbagai aktifitas PS ITP
  • Perbaikan tracer studi kepada alumni dan pihak pengguna secara konsisten

SUMBER DAYA MANUSIA PROGRAM STUDI

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan sampai bulan Maret 2017 berjumlah 10 orang, dan 1 orang sedang melaksanakan studi lanjut S3 di Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Adapun Dosen tetap yang berada di homebase Program studi Ilmu dan Teknologi Pangan terdapat pada Tabel 1 di bawah ini :

1. Dr. Ir.Yohana SKD, MP Lektor Kepala IV a -
2. Dr. Sulvi Purwayantie, S.TP, MP Asisten Ahli III b -
3. Dr. Sholahudin, S.TP, M.Si Lektor III c -
4. Ir. Tri Rahayuni, MP  Lektor Kepala  IV a -
5. Ir. Suko Priyono, MP Lektor III d -
6. Lucky Hartanti, S.TP, MP Asisten Ahli III b -
7. Dwi Raharjo, S.TP, MP Lektor III c -
8. Maherawati, S.TP, MP Lektor III c TB S3 di UGM Yogyakarta 
9 Oke Anandika Lestari, S.TP, M.Si Asisten Ahli III b -
10 Eva Mayasari, S.Pi, M.Sc Asisten Ahli III b -

            PS ITP memiliki empat kelompok dosen berdasarkan bidang keahlian. Bidang keahlian ini mengacu kepada Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI)  antara lain:

  • Kelompok Bidang Keahlian Kimia Pangan. Adapun dosen yang berada pada bidang tersebut yaitu:
  1. Dr. Ir. Yohana S.K. Dewi, MP
  2. Dr. Sulvi Purwayantie, S.TP, MP
  3. Maherawati, S.TP, MP
  4. Eva Mayasari, S.Pi, M.Sc
  • Kelompok Bidang Keahlian Pangan dan Gizi. Adapun dosen yang berada pada bidang tersebut yaitu:
  1. Ir. Tri Rahayuni, MP
  2. Oke Anandika Lestari, S.TP, M.Si
  • Kelompok Bidang Keahlian Mikrobiologi Pangan. Adapun dosen yang berada pada bidang tersebut yaitu:
  1. Lucky Hartanti, S.TP, MP
  2. Dwi Raharjo, S.TP, MP
  • Kelompok Bidang Keahlian Rekayasa Pangan. Adapun dosen yang berada pada bidang tersebut yaitu:
  1. Dr. Sholahuddin, S.TP, M.Si
  2. Ir. Suko Priyono, MP

KOMPETENSI LULUSAN

Pendidikan dan pengajaran dilaksanakan dengan Sistem Kredit Semester (SKS). Beban minimal yang harus diselesaikan pada Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan (S1) adalah 144 sks (8 semester). Berdasarkan Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia (KKNI), kompetensi lulusan sarjana harus memenuhi tiga (3) aspek kompetensi, yaitu (1) aspek kemampuan bidang kerja ; (2) aspek lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai; dan (3) aspek kemampuan manajerial. Berdasarkan hal tersebut, program studi Ilmu Teknologi Pangan UNTAN bertujuan untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi  sebagaimana dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel .Kompetensi Lulusan program Studi Teknologi Pangan yang diselaraskan dengan KKNI

Lingkup KKNI

Kompetensi Lulusan

Aspek lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai

1. Menguasai pengetahuan tentang prinsip-pinsip Ilmu dan teknologi Pangan yang berbasis kearifan lokal (kimia pangan, mikrobiologi pangan, gizi pangan dan rekayasa pangan) dalam menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu di sepanjang rantai pangan.

Aspek kemampuan di bidang kerja

2. Mampu mendisain penambahan nilai terhadap pangan dengan memadukan teknologi dan seni kuliner berbasis kearifan lokal untuk menghasilkan produk pangan yang aman dan bermutu.

Aspek kemampuan manajerial

3. Mampu melakukan komunikasi secara lisan dan tulisan  tentang aspek teknis dan non teknis, mampu berfikir secara kritis dan bertanggung jawab atas pekerjaanya secara mandiri, mampu bekerja dalam tim, berinteraksi dengan orang yang berbeda latarbelakang, terampil dalam berorganisasi dan memimpin dalam dalam berbagai situasi, mampu memanfaatkan sumber-sumber informasi, serta memiliki komitmen terhadap profesionalisme dan nilai-nilai etika

Ranah kompetensi berdasarkan Institut of Food Technologists (IFT) mencakup lima (5) bidang, yaitu (kimia dan Analisis Pangan, (2) Mikrobiologi dan keamanan Pangan, (3) Rekayasa proses Pangan, (4) Ilmu Pangan terapan (5) kecakapan Hidup (Sucess Skills).  Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan indonesia (PATPI) juga merekomendasikan bidang Biokimia Pangan dan Gizi sebagai ranah kompetensi tambahan dari lulusan teknologi Pangan. Kurikulum Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan merujuk ada rekomendasi dari IFT dan PATPI, sehingga kurikulum yang diberlakukan mencakup 6 ranah kompetensi yaitu  5 ranah kompetensi yang direkomendasikan oleh IFT dan 1 ranah kompetensi tambahan yang direkomendasikan oleh PATPI. Selanjutnya dari ranah kompetensi tersebut diturunkan menjadi 48 learning outcomes (LO) yang sudah selaras dengan kompetensi dari KKNI (tabel 3).

Tabel 3. Penyelenggaraan KKNI dengan ranah kompetensi dan learning outcomes Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

Aspek Kompetensi

Dalam KKNI

Ranah Kompetensi

Learning Outcomes

Kemampuan dibidang kerja

Ilmu Pangan Terapan

7

Aspek Lingkup kerja berdasarkan pengetahuan yang dikuasai

Kimia Pangan

9

Mikrobiologi dan Keamanan Pangan

6

Rekayasa Proses Pangan

6

Gizi Pangan

9

Aspek Kemampuan Manjerial

Kecakapan Hidup

11

Jumlah Learning Outcomes

48

Rumusan dari masing-masing learning outcomes dapat dilihat pada Tabel 4.

Tabel 4.  Ranah, Isi dan Tujuan Pembelajaran (learning outcomes) dalam Kurikulum Program Studi Ilmu Teknologi Pangan

Ranah

Isi

Kode

Setelah menyelesaikan program mahasiswa :

  • Kimia Pangan

A. Penguasaan pengetahuan tentang struktur dan sifat komponen pangan meliputi air, karbohidrat, protein, lipid dan lain-lain dan komponen mikro (vitamin, mineral, pigmen, komponen toksis, dan bahan tambahan pangan

1.A.1

1.  mampu menjelaskan kejadian kimia yang mendasari sifat dan reaksi berbagai komponen pangan

B. Penguasaan pengetahuan tentang perubahan kimia selama pengolahan, penyimpanan dan pemanfaatannya

1.B.1

2.  Mampu menjelaskan cara mengendalikan reaksi reaksi kimia di dalam bahan pangan

1.B.2

3.  Mampu menjelaskan kaitan reaksi kimia dengan kadaluarsa bahan pangan

1.B.3

4.  Mampu melakukan teknik analisis dasar dan terapan

C.  Peguasaan pengetahuan tentang mikroba patogen dan pembusuk di bahan pangan.

1.C.1

5.  Mampu menjelaskan prinsip teknik dan metode analisis pangan

1.C2

6. Mampu memilih teknik analisis pangan yang tepat sesuai kebutuhan

1.C.3

7.  Terampil dalam melakukan pekerjaan di laboratorium secara benar

  • Mikrobiologi dan Keamanan Pangan

A. Pengusaan pengetahuan tentang mikroba patogen dan pembusuk dalam bahan pangan

II. A. 1

8.  Mampu mengidentifikasi mikroba patogen dan pembunuh pembusuk serta kondisi pertumbuhannya

II. A.2

9.  Mampu mengidentifikasi kondisi untuk membunuh atau membuat mikroba patogen tidak berbahaya

II. A.3

10. Mampu menjelaskan dan terampil dalam melakukan dalam melakukan teknik analisis mikrobiologi untuk mengidentifikasi mikroba bahan pangan

B.  Pengusaan pengetahuan bermanfaat tentang mikroba dalam sistem pangan

II. B.1

11.Mampu menjelaskan prinsip-prinsip pengawetan pangan dengan proses fermentasi pangan

C.  Penguasaan pengaruh sistem pangan terhadap pertumbuhan dan daya tahan mikroba

II. C.1

12. Mampu menjelaskan faktor-faktor lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mikroba (seperti aktivitas air, pH, suhu dan sumber gizi)

D. Penguasaan pengetahuan tentang pengendalian mikroba, bahaya kimia dan fisik dalam pangan

II. D.1

13.Mampu mengidentifikasi kondisi sanitasi yang baik agar mikroba patogen dan pembusuk menjadi tidak aktif, terbunuh atau tidak berbahaya, serta terhindar dari terjadinya bahaya kimia dan fisik dalam pangan

III.  Rekayasa proses pangan

A. Penguasaan Pengetahuan tentang karakteristik bahan pangan

III. A.1

14. Mampu mengidentifikasi sumber dan keragaman bahan pangan serta pengaruhnya terhadap pengolahan pangan

B. Penggunaan pengetahuan tentang prnsip pegawetan pangan melitu suhu tinggi dan rendah, pengendalian aktivitas air, dll

III. B.1

15. Mampu menjelaskan mekanisme kerusakan bahan pangan dan menetapkan cara pengendaliannya

III. B.2

16. Mampu mendefinisikan prinsip dasar agar produk pangan aman dikonsumsi

C. Penguasan pengetahuan dasar tentang prinsip-prinsip keteknikan pangan

III.C1

17. Mampu mendefinisikan prinsip dasar proses transpor dan unit operasi industri

III.C2

18. Mampu mendefinisikan kesetimbangan massa dan energi dalam menganalisis pangan

III. C.3

19.. Mampu mendefinisikan unit operasi untuk menghasilkan suatu produk

D. Pengusaan pengetahuan tentang prinsip-prinsip pengolahan pangan, seperti pengering beku, tekanan tinggi, proses aseptis, ekstrusi

III. D1

20 Mampu menerapkan prinsip dan berbagai teknik penanganan, pengolahan dan umur simpan serta pengaruhnya terhadap kualitas produk pangan

E. Penguasaan tentang bahan dan metode pengemasan

III. E.1

21. Mampu mengidentifikasi berbagai karakterdan penggunaan bahan pengemas

F. Penguasaan tentang Sanitasi dan Higiene Industri Pangan

III. F.1

22. Mampu menguraikan bernagai prinsip dan penerapan pembersihan dan sanitasi dalam pengolahan pangan

G. Penguasaan pengetahuan tentang pengelolaan air limbah industri pangan

III. G.1

23. Mampu mengidentifikasi cara pengolahan air dan limbah yang optimal dalam pengolahan pangan

IV. Gizi Pangan

A. Pengetahuan kandungan gizi dalam bahan pangan dan nilai biologis serta pemanfaatannya melalui teknologi pengolahan pangan

IV. A. 1

24. Mampu menjelaskan konsep dasar ilmu gizi dan hubungan antara konsumsi pangan, status gizi dan ksehatan,

IV. A. 2

25. Mampu menjelaskan perubahan fungsi biologis komponen pangan akibat proses pengolahan

IV. A.3

26. Mampu menjelaskan fungsi biologis pangan untuk kesehatan disamping nilai gizi

IV. A.4

27. Mampu menggunakan teknik laboratorium untuk  evaluasi nilai gizi  pangan

V. Ilmu Pangan Terapan

A. Penguasaan pengetahuan tentang integrasi dan penerapan ilmu-ilmu pangan

V. A. 1

28. Mampu menerapkan dan menginkorporasikan prinsip-prinsip ilmu pangan dalam konteks permasalahan saat ini dan merumuskan strategi pengembangan produk pangan

B. Penguasaan pengetahuan tentang kemampuan komputer dan aplikasinya dalam pemecahan masalah di bidang ilmu dan teknologi pangan

V.B.1

29. Mampu menerapkan pengetahuan komputer untuk menyelesaikan permasalahan dalam ilmu dan teknologi pangan

C. Penguasaan pengetahuan tentang statistika parametrik dan non parametrik dan aplikasinya dalam pemecahan masalah di bidang ilmu dan teknologi pangan

V.C.1

30. Mampu menerapkan prinsip statistika baik parametrik maupun non parametrik dalam menyelesaikan permasalahan ilmu dan teknologi pangan

D. Penguasaan pengetahuan tentang sistim jaminan mutu produk pangan

V.D.1