Sejarah Fakultas Pertanian

23 March 2016 | administrator

Fakultas Pertanian didirikan tanggal 20 Mei 1963 bersamaan dengan perubahan Universitas Daya Nasional menjadi Universitas Negeri Pontianak (UNEP) yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Menteri  PTIP Nomor : 53 Tahun 1963 tanggal 16 Mei 1963.  Sebagai pelopor pendiri Fakultas Pertanian adalah Ir. Soedarso Rawidjo yang menjabat sebagai Kepala Dinas Pertanian Propinsi Kalimantan Barat.

Sesuai dengan perkembangan situasi politik dan kenegaraan pada tahun 1965, UNEP berubah nama menjadi Universitas Dwikora yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Presiden RI Nomor : 278 Tahun 1965 tanggal 14 September 1965, sehingga Fakultas Pertanian Universitas Negeri Pontianak berubah menjadi Fakultas Pertanian Universitas Dwikora.  Selanjutnya dengan Surat Keputusan Presiden Rl. Nomor : 171 tahun 1967, terhitung tanggal 15 Agustus 1967 ditetapkan perubahan nama Universitas Dwikora menjadi Universitas Tanjungpura disingkat UNTAN hingga sekarang dan nama Fakultas Pertanian Universitas Dwikora berubah menjadi Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura.

Pada tahun pertama, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura belum mempunyai jurusan, jumlah mahasiswa 11 orang dan belum mempunyai dosen tetap.  Pada tahun 1964/1965 dibuka 2 jurusan, yaitu Jurusan Pertanian dan Jurusan Kehutanan.  Kegiatan perkuliahan dilaksanakan dengan sistem paket dan lebih banyak dilakukan oleh dosen luar biasa, baik dari lingkungan Untan maupun dari Dinas/lnstansi dan Swasta.  Tempat kuliah lebih banyak dilakukan di luar kampus, yaitu di kantor-kantor Dinas/lnstansi dan swasta tempat dosen bekerja.

Pada tahun 1969, Fakultas Pertanian baru mempunyai dua orang dosen tetap (Ir. Hidayat Ardiwinata dan Ir. Nahan).  Dengan terbatasnya fasilitas dan tenaga pengajar tetap, pelaksanaan pendidikan terbatas hanya sampai Sarjana Muda II (B.Sc) atau program 4 (empat) tahun dengan sistem kenaikan tingkat, yaitu Tingkat Persiapan I, Tingkat Persiapan II, Tingkat Sarjana Muda I, Tingkat Sarjana Muda II.  Pelaksanaan pendidikan sampai jenjang sarjana masih belum memungkinkan tetapi dilakukan Affiliasi ke Universitas Negeri lain di Jawa untuk penyelesaiannya.

Kerja sama dalam bentuk kuliah pelengkap (Affiliasi) dengan Institut Pertanian Bogor dirintis Drs. Ikin Sabrani (Dekan) dan Ir. Hidayat Ardiwinata (Sekretaris Dekan) Fakultas Pertanian.  Pada tahun 1970 dikirim 3 (tiga) orang mahasiswa Affiliasi angkatan pertama ke Fakultas Pertanian IPB Bogor dari Jurusan Budidaya Pertanian.  Mereka yang dikirim sebelumnya diangkat sebagai assisten dosen tetap. yaitu : Purnamawati, Aminardi dan Darea.  Pada tahun 1973 telah dikirim lagi 2 (dua) orang mahasiswa Affiliasi angkatan pertama ke Fakultas Kehutanan IPB Bogor dari Jurusan Kehutanan.  Mereka yang dikirim sebelumnya juga diangkat sebagai assisten dosen tetap, yaitu Sakunto dan Herujono Hadisuparto.

Lulusan pertama sarjana Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura hasil Affiliasi dengan Fakultas Pertanian IPB Bogor pada tahun 1973 dari Jurusan Budidaya Pertanian, yaitu : Ir. Aminardi, Ir. Darea dan Ir. Purnamawati; sedang hasil affiliasi dengan Fakultas Kehutanan IPB Bogor pada tahun 1976 dari Jurusan Kehutanan, yaitu : Ir. Sakunto dan Ir. Herujono Hadisoeparto.

Sejak tahun 1979, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura telah mampu menghasilkan lulusan sarjana sendiri.  Pengiriman mahasiswa Affiliasi dihentikan pada tahun 1981.  Walaupun sudah ada beberapa dosen tetap Fakultas Pertanian, namun ada beberapa mata kuliah di tingkat sarjana masih mendatangkan dosen dari luar (sistem dosen terbang).terutama dari Fakultas Pertanian dan Fakultas Kehutanan IPB Bogor.  Selain itu, dibantu juga oleh tenaga dosen tidak tetap, baik dari lingkungan Untan maupun dari Dinas/lnstansi dan swasta.

Pada tahun 1979, Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura menghasilkan lulusan pertama, bukan hasil affiliasi IPB Bogor, dari Jurusan Budidaya Pertanian, yaitu : Ir. Zulkarnaen, Ir. Anward dan Ir. Rochani Purba (Alm).  Pada tahun 1984 dihasilkan lulusan pertama dari Jurusan Kehutanan, yaitu : Ir. Herlina Makmur.

Berdasarkan Keputusan Presiden Rl  Nomor: 64 tahun 1982 ditetapkan penataan Fakultas di lingkungan Untan.  Fakultas Pertanian pada mulanya terdiri dari Jurusan Pertanian dan Jurusan Kehutanan berubah dan diganti dengan Jurusan Budidaya Pertanian dengan satu Program Studi Agronomi, sedang Jurusan Kehutanan dengan satu Program Studi Kehutanan.  Namun Jurusan dan Program Studi tersebut secara resmi diakui pada tahun 1984 setelah dikeluarkannya SK Dirjen Dikti Depdikbud Nomor : 63/DIKTI/Kep/84 tanggal 2 Agustus 1984 tentang jenis dan jumlah Program Studi disetiap Jurusan pada Fakultas di lingkungan Untan.

Sejak berdiri sampai tahun akademik 1978/1979 kuliah menggunkan sistem paket.  Beralihnya sistem paket ke Sistem Kredit Semester terhitung sejak Tahun Akademik 1979/1980.  Fakultas Pertanian telah berusaha melaksanakan program pendidikan dengan Sistem Kredit Semester, meskipun pada Tahun Akademik 1983/1984  belum dapat diwujudkan secara murni.  Masa lima tahun merupakan tahap persiapan dan memasuki tahap penyempurnaannya pada Tahun Akademik 1984/1985 setelah memperbaiki kurikulum secara bertahap sampai Tahun Akademik 1986/1987.  Hal ini direncanakan sejalan dengan perubahan pelaksanaan seleksi secara murni masuk Perguruan Tinggi Negeri bagi mahasiswa baru.  Pada Tahun Akademik 1987/1988 Fakultas Pertanian telah dapat memasuki tahap stabilisasi penerapan Sistem Kredit Semester.  Dalam tahap stabilisasi ini, sesuai dengan kemampuan yang dimiliki, semua mata kuliah sesuai dengan masing-masing bobot satuan kreditnya harus sudah terlaksana dengan ketentuan Sistem Kredit Semester.

Sejalan dengan perkembangannya, mulai Tahun Akademik 1988/1989 Fakultas Pertanian telah menyelenggarakan secara penuh program pendidikan Strata-1 (S1) dengan Sistem Kredit Semester.  Beban studi yang harus dicapai untuk menjadi Sarjana Pertanian sebanyak 159 - 160 SKS (Satuan Kredit Semester) dengan masa studi selama 9 sampai 15 semester dan minimal Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 2.0, baik untuk Jurusan Budidaya Pertanian maupun Jurusan Kehutanan.

Pada Tahun Akademik 1989/1990 telah dikembangkan beberapa program studi khusus di setiap Jurusan.  Jurusan Budidaya Pertanian dengan satu Program Studi Agronomi mengembangkan tiga program studi khusus, yaitu : Teknik Budidaya Tanaman setahun, Tehnik Budidaya Tanaman Tahunan dan Teknik Budidaya Tanaman Hortikultura.  Jurusan Kehutanan dengan satu Program Studi Kehutanan mengembangkan dua program studi khusus, yaitu : Manajemen Hutan dan Hasil Hutan. Pada Tahun Akademik 1990/1991 diadakan perubahan program studi lagi.  Jurusan Budidaya Pertanian dengan satu Program Studi Agronomi dengan tiga program studi khusus, diubah menjadi satu Program Studi Agronomi dengan dua bidang minat, yaitu : bidang minat Sosial Ekonomi Pertanian dan bidang minat llmu Tanah.   Sedangkan Jurusan Kehutanan masih tetap mempunyai satu Program Studi Kehutanan dengan dua program studi khusus, yaitu Manajemen Hutan dan Hasil Hutan. Jumlah SKS yang harus diambil mahasiswa untuk jurusan Budidaya Pertanian angkatan tahun 1990 sebanyak 157 - 160 SKS dan angkatan tahun 1991sebanyak 154 - 157 SKS.  Untuk Jurusan Kehutanan angkatan tahun1990 dan 1991 sebanyak 159 SKS.

Pada tahun akademik 1991/1992 telah diadakan penataan dan pengembangan kembali pada Program Studi di kedua Jurusan, yaitu: Jurusan Budidaya Pertanian dengan tiga Program Studi, terdiri dari Agronomi, Sosial Ekonomi Pertanian dan llmu Tanah. Sedangkan Jurusan Kehutanan  dengan dua Program  Studi terdiri dari Manajemen Hutan dan Teknologi Hasil Hutan. Semua masa program studi ditempuh selama 9 semester sampai 15 semester dengan IP Kumulatif minimal 2,0. Jumlah SKS yang harus diambil mahasiswa untuk semua program studi berkisar antara 154 - 159 SKS.

Setelah beberapa kali diadakan perubahan dan penataan pada Program Studi di kedua Jurusan tersebut, maka dilakukan upaya penetapan Program Studi agar memiliki kekuatan hukum.  Pada tahun 1993 berdasarkan kebijakan Rektor Universitas Tanjungpura telah menerbitkan SK Nomor : 6636/PT29. H/I/1993 tentang pembentukan Program Studi llmu Tanah dan llmu Sosial Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian.  Sambil menunggu diterbitkannya Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud, Keputusan ini diberlakukan mulai semester Ganjil 1992/1993. Dengan ditetapkannya Program Studi tersebut, maka Fakultas Pertanian mempunyai misi untuk menyediakan tenaga-tenaga sarjana yang professional dan terampil dalam bidangnya, guna mengembangkan potensi dan mengatasi permasalahan masyarakat.  Namun setelah Program Studi tersebut diusulkan ke Dirjen Dikti oleh Universitas Tanjungpura, ternyata belum disetujui.  Dengan dikeluarkannya beberapa Keputusan Mendikbud tahun 1994 dan 1995 tentang Kurikulum Nasional, telah dilakukan pembakuan nama-nama program studi pada program Pendidikan Sarjana.  Berdasarkan Keputusan Mendikbud tersebut, Universitas Tanjungpura menetapkan juga program studi pada program sarjana di lingkungannya.  Ternyata yang ditetapkan oleh Dirjen Dikti hanyalah Program Studi Agronomi dan Program Studi Manajemen Hutan dengan Surat Keputusan Nomor: 227/DIKTI/Kep/1996 tanggal 11 Juli 1996, sedangkan Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, llmu Tanah dan Teknologi Hasil Hutan belum termasuk yang ditetapkan. Walaupun demikian, Fakultas Pertanian dalam prakteknya tetap menyelenggarakan program S1 dengan 5 (lima) program studi, karena sudah lama berjalan sejak tahun akademik 1992/1993 dengan jumlah mahasiswa setiap program studi cukup banyak dan didukung oleh staf pengajar tetap yang tergabung dalam 5 program studi tersebut.  Konsekuensinya pada saat itu dalam ijazah sarjana hanya dicantumkan satu Program Studi Agronomi untuk Jurusan Budidaya Pertanian dan Satu Program Studi Manajemen Hutan untuk Jurusan Kehutanan, kecuali transkrip nilai dicantumkan program studi dan judul penelitian menurut program studi yang dipilihnya masing-masing.  Kondisi ini berlangsung sampai dengan tahun 1998.

Berdasarkan Surat Keputusan Mendikbud Rl Nomor : 0311/U/1994 tanggal 30 Nopember 1994 tentang Kurikulum Program Sarjana llmu Pertanian yang berlaku secara Nasional mewajibkan semua perguruan tinggi untuk melaksanakannya dan berlaku pada awal Tahun Akademik 1994/1995. Sehubungan dengan Surat Direktur Binsarak Dikti Nomor : 2055/D2/1995 tanggal 30 Juli 1995, maka setiap program PendidikanTinggi Negeri perlu melakukan pembakuan program studi yang berpegang kepada pola pengembangan Pendidikan Tinggi dan Pengembangan ilmu Pengetahuan dan Teknologi serta kebutuhan tenaga kerja (link and match).  Berkaitan dengan keputusan Mendikbud tersebut, maka Fakultas Pertanian Untan baru memberlakukan secara efektif pelaksanaan perubahan dan pembakuan program studi pada tahun akademik 1996/1997 dengan melakukan penyempurnaan beban studi dari 157 - 160 SKS menjadi 144 - 148 SKS dan masa studi sekurang-kurangnya 8 semester yang dapat ditempuh dalam waktu kurang dari 8 semester dan selama-lamanya 14 semester setelah Pendidikan Menengah.

Tahun 1998 disusunlah Visi, Misi, Program Andalan dan Pendukung, Renstra (Rencana Strategis) dan Renop (Rencana Operasional) Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura. Visi, Misi, Program Andalan dan Pendukung, Renstra (Rencana Strategis) dan Renop (Rencana Operasional) Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura disusun dalam rangka memberikan pedoman untuk mencapai cita-cita ke depan dalam mewujudkan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang profesional agar melahirkan individu-individu pemikir yang berkualitas, dalam arti berilmu, kreatif, berdisiplin dan berdedikasi tinggi serta mampu menjadi penggerak pembangunan di Kalimantan Barat yang berwawasan lingkungan, serta dapat menyesuaikan diri dengan kemajuan IPTEK di bidang Pertanian.

Pada Tahun Akademik 1997/1998 Fakultas Pertanian mengajukan Borang Akreditasi untuk Program Studi Agronomi dan Manajemen Hutan.  Hal ini dilakukan agar Program Studi tersebut mendapat pengakuan yang memenuhi standar minimal, sehingga lulusannya dengan persyaratan tertentu dapat melanjutkan pendidikan ke tingkat yang lebih tinggi atau memasuki pendidikan spesialisasi atau dapat menjalankan praktek profesinya.  Selesai pemeriksaan Borang oleh tim penilai BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi) sesuai dengan Surat Ketua BAN-PT (Sukadji Ranuwihardjo) Nomor : 44/BAN-PT/III/1998 tanggal 24 Maret 1998, dilanjutkan dengan proses akreditasi kunjungan ke lokasi oleh tim yang ditunjuk BAN-PT.

Kunjungan tim pelaksana assessor verifikasi program studi adalah Prof. Dr. Jl. Tamba (Unsri Palembang) dan Prof. Eko Sri Margianti (Guna Dharma Jakarta) melakukan verifikasi pada Program studi Manajemen Hutan, sementara Prof. Ir. Rachmat Purwono, M.Sc. (ITS Surabaya ) dan Prof. Dr. Ir. Zainal Ridho Ja’far (Unsri Palembang) melakukan verifikasi pada Program Studi Agronomi.  Setelah diumumkannya hasil dan peringkat Akreditasi Program Studi untuk Program Sarjana (S1) yang terakreditasi dalam penilaian Tahun Akademik 1997/1998 wilayah 11 Kalimantan, disusul dengan diterbitkannya Sertifikat Akreditasi oleh BAN-PT untuk Program Studi Manajemen Hutan dan Program Studi Agronomi dengan sertifikasi masing-masing Nomor: 02521/Ak-ll.1/UTFMDH/XII/1998 dan Nomor : 02522/Ak-ll.l/UTFMDH/XII/1998 yang ditetapkan pada tanggal 22 Desember 1998 dengan peringkat akreditasi B (baik) dan berlaku selama 5 tahun sejak tanggal ditetapkan.

 Fakultas Pertanian kembali memperjuangkan usulan Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, llmu Tanah dan Teknologi Hasil Hutan serta Program D3 llmu Pertanian yang terdiri dari 3 (tiga) program studi, yaitu Program Studi Budidaya Tanaman Pangan, Budidaya Tanaman Perkebunan dan Pengelolaan Hutan).  Usulan ketiga program studi tersebut tidak termasuk dalam llmu Pertanian telah disampaikan ke Dirjen Dikti sejak Tahun Akademik 1992/1993.  Rencana itu tertuang dalam RIP (Rencana Induk Pengembangan) Untan dan merupakan program utama dalam Renstra dan Renop Fakultas Pertanian.

Pada Tahun Akademik 1997/1998 Fakultas Pertanian melalui Rektor Untan mengusulkan kembali Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, llmu Tanah, Teknologi Hasil Hutan dan Program D3 llmu Pertanian serta Fakultas Kehutanan (perubahan status jurusan kehutanan menjadi Fakultas).  Namun usulan tersebut baru ditindaklanjuti oleh Dirjen Dikti setelah melakukan pemaparan/ekspose yang dihadiri oleh tim Konsorsium llmu-ilmu Pertanian, yartu dengan mengundang Prof. Dr. Soemitro Djojowidagdo dan Prof. Dr. Ir.Suprodjo Pusposutardjo, M.Eng. pada tanggal 5 - 6 Oktober 1998.  Hasil ekspose/pemaparan bersama dengan tim Konsorsium llmu-Ilmu Pertanian telah disepakati masih perlu perbaikan dan penyempurnaan, kemudian segera dikirim ke Dirjen Dikti.

Setelah semua proposal yang dipaparkan/ekspose diperbaiki dan disempumakan barulah Dirjen Dikti menerbitkan Surat Keputusan pembentukannya.  Namun keputusan pembentukan tersebut baru disetujui pada tiga Program Studi, yaitu Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian, Program Studi Teknologi Hasil Hutan dan Program D3 Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan dengan Surat Keputusan Dirjen Dikti masing-masing Nomor : 167/DIKTI/Kep/1999, Nomor : 166/DIKTI/Kep/1999 dan Nomor : 173/DIKTI/Kep/1999 tanggal 26 April 1999, sedangkan Program Studi llmu Tanah, dan perubahan status Jurusan Kehutanan menjadi Fakultas Kehutanan masih belum disetujui.  Setelah diadakan pengusulan dan perjuangan kembali, maka terbitlah Keputusan Dirjen Dikti Nomor : 251/DIKTI/Kep/1999 tanggal 24 Mei 1999 tentang pembentukan Program Studi llmu Tanah pada Fakultas Pertanian Untan.  Sedangkan peningkatan status Jurusan Kehutanan menjadi Fakultas Kehutanan masih harus dilengkapi dengan naskah akademik Pendirian Fakultas Kehutanan dan dirapatkan dengan Menpan untuk memperoleh rekomendasi agar surat keputusannya dapat diterbitkan.

Upaya untuk segera mendirikan Fakultas Kehutanan terus berlanjut.  Melalui perjuangan Pimpinan Universitas Tanjungpura dan Pimpinan Fakultas Pertanian dibantu oleh para Dosen, akhirnya terbit Keputusan Mendiknas Republik Indonesia Nomor: 258/0/2000 tanggal 22 Desember 2000 tentang pendirian Fakultas Kehutanan Uniiversitas Tanjungpura.  Sejak dikeluarkannya Keputusan Mendiknas tersebut, maka pengisian struktur organisasi Fakultas Kehutanan baru dapat dilaksanakan dengan melantik Pjs. Dekan dan Pjs. Pembantu-Pembantu Dekan pada tanggal 27 Pebruari 2001.  Kemudian dilanjutkan dengan pengisian struktur organisasi sementara Jurusan Manajemen Hutan dan Teknologi Hasil Hutan dan pengisian anggota senat sementara wakil dosen dari kedua jurusan tersebut berdasarkan Surat Keputusan Rektor Untan nomor: 174/J22/KL/2001 tanggal 31 Maret 2001.  Dengan demikian secara resmi Fakultas Kehutanan telah berpisah dengan Fakultas Pertanian.

Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian dan Ilmu Tanah harus ditingkatkan statusnya menjadi jurusan dengan memperhatikan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dalam Bidang Sosial Ekonomi Pertanian dan Ilmu Tanah. Melihat  kuantitas dan kualitas lulusan, sarana dan prasarana serta jumlah dan kualifikasi tenaga pengajar yang semakin meningkat, selain itu untuk mendukung Visi, Misi dan Program Andalan Fakultas Pertanian, serta untuk mewadahi masing-masing program studinya, maka Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian dan Ilmu Tanah diusulkan untuk menjadi jurusan. Pada tanggal 23 Juni 2001 telah dikirimkan melalui Rektor Untan ke Dirjen Dikti Depdiknas proposal perubahan status Program Studi Sosial Ekonomi Pertanian dan Ilmu Tanah menjadi Jurusan.  Setelah dilakukan beberapa kali pengurusan ke Dirjen Dikti Depdiknas oleh pimpinan Fakultas Pertanian, maka diterbitkanlah Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas Nomor: 132/DIKTI/Kep/2001 tentang pembentukan Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian pada Fakultas Pertanian Untan dan Nomor: 133/DIKTI/Kep/2001 tentang Pembentukan Jurusan Ilmu Tanah pada Fakultas Pertanian Untan pada tanggal 4 September 2001.  Selanjutnya pada saat penerimaan mahasiswa baru tahun ajaran 2009-2010 telah dibuka Program Studi Agroteknologi yang merupakan penggabungan dari Program Studi Agronomi dan Program Studi Ilmu Tanah.  Penggabungan kedua program studi ini merupakan implementasi dari SK Dirjen Dikti Nomor 163 tahun 2007, tentang penataan Program Studi di Perguruan Tinggi.  Dengan demikian pada tahun ajaran 2009-2010, Program Studi Agronomi dan Program Studi Ilmu Tanah tidak menerima mahasiswa baru lagi.

Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sampai saat ini memiliki Jurusan dan Program Studi yang terdiri dari :

  • Jurusan Budidaya Pertanian :

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor: 63/DIKTI/Kep/1984 Tgl. 2 Agustus 1984

  1. Program Studi Budidaya Tanaman Perkebunan (Program D3)

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor: 173/DIKTI/Kep/1999 Tgl. 26 April 1999.

  2. Program Studi Agronomi / Agroteknologi

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor: 227/DIKTI/Kep/1996 Tgl. 11 Juli 1996

Akreditasi B. SK  BAN PT Depdiknas RI nomor 026/BAN-PT/Ak-IX/S1/I/2006 tanggal 12 Januari 2006

Sertifikat Akreditasi nomor 08239/Ak-IX-S1-026/UTFAGR/I/2006 tanggal 12 Januari 2006   

SK Rektor Untan nomor 484/J22/PP/2006 tentang Pembentukan Bidang Minat Proteksi Tanaman Program Studi Agronomi Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian UNTAN.

Program Studi Agroteknologi dimulai pada tahun ajaran 2009-2010.  Karena Program studi ini merupakan penggabungan dari Program Studi Agronomi dan Program Studi Ilmu Tanah, maka pada tahap awal ketentuan administrasi seperti ijin operasional dan akreditasi program studi mengacu kepada yang berlaku saat ini.  Hal ini merupakan implementasi dari SK Dirjen Dikti No.163 tahun 2007. Tahun 2013-2014 Prodi agrotek hanya mempunyai bidang minat Produksi Tanaman dan Proteksi Tanaman Karena bidang minat sumberdaya lahan dan Teknologi pangan sudah menjadi prodi sendiri.

  3. Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan

Program Studi Ilmu dan Teknologi Pangan dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 sesuai surat penugasan penyelenggaraan Program Studi oleh Dirjen Dikti No.630/E.E2/DT/2013.

  4. Program Studi Peternakan

Program Studi Peternakan dimulai pada tahun ajaran 2013/2014 sesuai surat penugasan penyelenggaraan Program Studi oleh Dirjen Dikti No.630/E.E2/DT/2013.

  5. Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan

  6. Program Studi Magister Agroteknologi

  • Jurusan Sosial Ekonomi Pertanian :

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas Nomor: 132/DIKTI/Kep/2001 Tgl. 4 September 2001

  1. Program Studi Agribisnis

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor: 167/DIKTI/Kep/1999 Tgl. 26 April 1999.

Akreditasi B. SK BAN PT Depdiknas RI nomor 023/BAN-PT/Ak-IX/S1/XII/2005 Tanggal 22 Desember 2005.

Sertifikat Akreditasi nomor 08041/Ak-IX-S1-023/UTFSTE/XII/2005 tanggal 22 Desember 2005

  2. Program Studi Magister Manajemen Agribisnis (MMA)

  • Jurusan Ilmu Tanah :

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdiknas Nomor: 133/DIKTI/Kep/2001 Tgl. 4 September 2001

  1. Program Studi Ilmu Tanah

Surat Keputusan Dirjen Dikti Depdikbud Nomor: 251/DIKTI/Kep/1999 Tgl. 24 Mei 1999.

Akreditasi B. SK  BAN PT Depdiknas RI nomor 023/BAN-PT/Ak-IX/S1/XII/2005 Tanggal 22 Desember 2005.

Sertifikat Akreditasi nomor 08040/Ak-IX-S1-023/UTFITN/XII/2005 tanggal 22 Desember 2005

Tahun ajaran 2013-2014 Program Studi Ilmu Tanah diaktifkan kembali berdasarkan keputusan Mendikbud No 143/E/D/2013

 

Dekan dan periode kepemimpinannya di Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura sejak berdiri sampai sekarang adalah sebagai berikut :

1. Ir. Soedarso Rawidjo periode 1963 – 1966
2. Ir. Soebakti periode 1966 – 1968
3. Ir. Harsono Reksowardoyo periode 1968 – 1971
4. Drs. Ikin Sabrani periode 1971 – 1977
5. Ir. Hidajat Ardiwinata periode 1977 – 1983
6. Ir. Hj. Purnamawati Kusmiba  periode 1983 – 1989
7. Prof. Ir. H. Aminardi, MS periode 1989 – 1995
8. Prof. Ir. M. Alamsyah HB periode 1995 – 1998
9. Prof. Ir. Sakunto, MSc  periode 1998 – 2002
10. Dr. Ir. Saeri Sagiman, MSc periode 2002 – 2006
11. Dr. Ir. H. Radian, MS periode 2006 – 2010
12. Dr. Ir. H. Sutarman G, M.Sc periode 2010 – 2014
13. Dr. Ir. H. Radian, MS periode 2014 – 2018

Profil

Sejarah Fakultas Pertanian

23 March 2016 | administrator

Struktur Organisasi Fakultas Pertanian UNTAN

23 March 2016 | administrator

Visi dan Misi Fakultas Pertanian UNTAN

23 March 2016 | administrator

Punya pendapat atau tulisan yang ingin di tampilkan di halaman web fakultas Pertanian? Silahkan kirim tulisan kalian disini.

Tulis Opini